Sabtu, Juli 4, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Ragam

Waspada, Deepfake Targetkan Jurnalis!

Oleh Redaksi 15
Selasa, 11 Februari 2025
Foto: Ilustrasi.

Ilustrasi.

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Belakangan ini, video palsu deepfake dengan motif jahat kerap menyasar para selebriti, politisi hingga pejabat negara lainnya.

Baru-baru ini, video palsu deepfake sudah tampak mulai digunakan untuk menargetkan jurnalis dan menyebarkan disinformasi.

Pernik Ragam: Waspada, Deepfake Targetkan Jurnalis!

Iklan Indako SeputarSumut

Setidaknya dua video palsu yang memperlihatkan seorang jurnalis VOA menyampaikan berita telah beredar di media sosial (medsos).

Dimana, video palsu itu menggambarkan Cristina Caicedo Smit, seorang jurnalis yang melapor untuk meja kebebasan pers pemenang penghargaan VOA.

“Sebagai seorang jurnalis, sangat memprihatinkan jika gambar dan suara saya digunakan untuk mencoba memberikan informasi yang salah kepada khalayak,” tutur Cristina dikutip dari VoA, pada Selasa (11/2/25).

Berita Terkait

5 Jenis Konsumsi Harian yang Berpotensi Mempercepat Penuaan Dini pada Wajah

Rekomendasi Makanan Berkhasiat Antikanker yang Terbukti Secara Ilmiah Menurut Penelitian

“Sebagai reporter Kebebasan Pers, saya meliput bagaimana deepfake digunakan untuk mendiskreditkan jurnalisme, menyebarkan informasi yang memfitnah, dan mengikis kepercayaan masyarakat terhadap media,” imbuhnya.

Diketahui, Cristina membuat video medsos mingguan yang merangkum berita utama terkini tentang kebebasan pers. Deepfake tampaknya telah mengambil klip dari video asli tersebut untuk membuat video palsu.

Kecerdasan buatan tampaknya kemudian digunakan untuk membuat audio yang terdengar seperti suara Cristina, mengatakan hal-hal yang salah dan tidak pernah dikatakan oleh Cristina.

Awal video tersebut tampak asli karena Cristina memperkenalkan dirinya seperti yang dilakukannya dalam video aslinya.

Hanya, sebagian besar video palsu itu kemudian berisi pernyataan tentang pemerintah AS, Presiden Donald Trump, pemilik perusahaan miliarder X, Elon Musk, dan Badan Pembangunan Internasional AS, semuanya mengatakan hal-hal yang tidak pernah dikatakan Caicedo Smit.

Sebagai jurnalis di VoA, Caicedo Smit mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa dia mematuhi “standar jurnalistik tertinggi.”

“Hal itu semakin mengkhawatirkan karena deepfake digunakan untuk mencoba mendiskreditkan pekerjaan saya dan nilai-nilai yang saya dan rekan-rekan saya di VoA junjung tinggi,” ungkapnya.

Menanggapi permintaan komentar, juru bicara VoA Nigel Gibbs mengatakan, “Kami mengetahui adanya video deepfake dan telah menghubungi X, meminta agar video tersebut dihapus.”

Deepfake menyoroti tren di mana kecerdasan buatan digunakan untuk membuat video yang di dalamnya tampak seperti jurnalis asli yang melaporkan berita palsu.

Video palsu tersebut juga sering kali menggunakan logo outlet media tersebut dalam upaya membuat video tersebut tampak asli, seperti halnya dengan deepfake yang meniru Cristina.

Para ahli memperingatkan bahwa deepfake semacam ini berisiko menyebarkan disinformasi dan menumbuhkan ketidakpercayaan terhadap media.

Jurnalis VoA lainnya telah jadi sasaran video deepfake, termasuk Ksenia Turkova, yang bekerja dengan Layanan Rusia VoA.

Selain Jurnalis VoA, Jurnalis yang bekerja di media lainnya, seperti CNN, CBS, dan BBC juga dikabarkan pernah menjadi sasaran peniruan deepfake. (kompas)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Empat Rumah Warga di Pintu Bosi Tapanuli Utara Hangus Terbakar
  • Pertamina Patra Niaga Sumbagut Gelar Pelatihan Go Global Academy Bareng Universitas Riau Demi Dorong UMKM Tembus Pasar Internasional
  • Umat Buddha di Medan Tembung Rayakan Sejit Dewa Zhang Tien She dengan Khidmat
  • Antusiasme Libur Sekolah Tinggi, KAI Sumut Kembali Operasikan KA Sribilah Fakultatif Rute Medan-Rantauprapat
  • Sektor Jasa Keuangan Sumatera Utara Tetap Stabil dan Tumbuh Positif, Intermediasi Perbankan Berjalan Baik
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com