Sabtu, Juli 4, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Ragam

Waspada! Kenali 11 Ciri-ciri Gula Darah Tinggi

Oleh Redaksi 15
Jumat, 13 Desember 2024
Foto: Cek gula darah.

Cek gula darah.

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Mengkonsumsi gula tambahan pada makanan dan minuman yang terlalu berlebihan dapat membahayakan kesehatan. Efek samping paling serius dapat mengakibatkan stroke, penyakit jantung, hingga kerusakan saraf.

Kadar gula darah puasa atau sebelum makan normalnya adalah sekitar 70-100 mg/dL. Sedangkan, setelah makan tidak melebihi 180 mg/dL.

Pernik Ragam: Waspada! Kenali 11 Ciri-ciri Gula Darah Tinggi

Iklan Indako SeputarSumut

Ketika kadar gula darah melewati batas tersebut, maka seseorang dapat dikatakan mengalami ‘kelebihan gula’ atau disebut hiperglikemia.

Dikutip dari berbagai sumber, berikut ini 11 ciri-ciri gula darah tinggi yang harus diwasadai:

1. Lebih sering merasa haus

Berita Terkait

5 Jenis Konsumsi Harian yang Berpotensi Mempercepat Penuaan Dini pada Wajah

Rekomendasi Makanan Berkhasiat Antikanker yang Terbukti Secara Ilmiah Menurut Penelitian

Dikutip dari Medical News Today, gula darah tinggi pada ginjal dan urine dapat menyebabkan meningkatnya rasa haus. Hal ini masih terus terjadi meski orang tersebut sudah minum banyak cairan.

2. Merasa lebih lapar

Dikutip dari Everyday Health, banyak orang dengan kadar gula darah tinggi yang tidak terkontrol merasa lebih lapar dari biasanya. Gejala ini sering disebut sebagai polifagia.

3. Buang air lebih sering dari biasanya

Seseorang dengan ciri-ciri gula darah tinggi akan lebih sering buang air kecil atau dikenal sebagai poliuria. Kondisi ini dapat terjadi saat glukosa menumpuk dalam darah, sehingga ginjal akan lebih bekerja keras untuk membuang glukosa yang berlebihan tersebut.

Jika ginjal tidak dapat mengimbangi dan menyesuaikan kadar gula darah untuk kembali normal, kelebihan gula akan dikeluarkan melalui urine dan mungkin mengalami dehidrasi serta pusing.

4. Sering merasa kelelahan

Kelelahan yang ekstrem merupakan salah satu ciri-ciri gula darah tinggi. Kondisi ini terjadi saat tubuh tidak memproses insulin dengan benar atau tidak memiliki jumlah insulin yang cukup.

Nantinya, gula akan tetap berada di dalam darah, tetapi tidak bisa digunakan sebagai energi. Selain itu, sering buang air kecil dapat menyebabkan dehidrasi yang menjadi sebagai faktor lain penyebab kelelahan.

5. Penglihatan kabur

Penglihatan yang tidak sejelas dulu atau tampak kabur mungkin menjadi ciri-ciri gula darah tinggi. Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), kadar gula darah yang tinggi dapat menyebabkan lensa mata bengkak karena cairan yang bocor.

Hal ini mengubah bentuk lensa yang membuatnya tidak dapat fokus dengan benar, sehingga menyebabkan penglihatan kabur, kesulitan beraktivitas, hingga mengalami sakit kepala.

6. Kesemutan atau mati rasa pada tangan dan telapak kaki

Kadar gula darah yang tidak terkontrol dapat menyebabkan kerusakan saraf, yang dikenal sebagai neuropati diabetik. Ciri-ciri gula darah tinggi ini akan membuat seseorang merasakan sensasi kesemutan atau bahkan mati rasa di tangan dan kaki.

Beberapa orang juga mengalami nyeri di tangan dan kaki mereka, dan nyeri tersebut sering kali lebih parah di malam hari. Meskipun neuropati paling umum terjadi pada orang yang telah menderita diabetes dalam jangka waktu lama, kondisi ini dapat terjadi pada siapa saja dengan diabetes yang tidak terkontrol dengan baik.

7. Penurunan berat badan yang tidak jelas

Gula darah tinggi dapat menyebabkan penurunan berat badan yang tiba-tiba atau tidak dapat dijelaskan. Hal ini terjadi karena sel-sel tubuh tidak mendapatkan glukosa yang dibutuhkannya, sehingga tubuh membakar otot dan lemak untuk mendapatkan energi.

8. Luka cenderung sembuh lebih lama

Menurut NIDDK, luka sayat, lecet, memar, dan luka lainnya sembuh lebih lambat jika kadar gula darah tidak terkontrol. Diabetes menyebabkan kerusakan saraf dan memengaruhi sirkulasi, terutama di tungkai bawah dan telapak kaki, yang dapat menunda penyembuhan karena tidak ada cukup aliran darah ke area tersebut.

Bahkan luka kecil lebih rentan terhadap infeksi, yang dapat menjadi sangat serius dan bahkan mengakibatkan amputasi kaki.

9. Gusi berdarah

Gusi berdarah merupakan salah satu komplikasi yang dapat disebabkan oleh diabetes. Kondisi ini juga membuat diabetes sulit untuk dikendalikan, karena respons tubuh terhadap infeksi adalah melepaskan lebih glukosa ke dalam aliran darah.

Air liur mengandung glukosa, dan semakin banyak kandungannya, maka semakin banyak pula bakteri yang dapat tercampur dengan makanan yang ada di mulut. Hal ini dapat menyebabkan pembentukan plak dan memicu penyakit gusi. Jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi ini dapat berkembang menjadi periodontitis yang dapat menyebabkan gusi terlepas dari gigi.

10. Penebalan dan perubahan warna pada kulit

Seseorang yang mengalami diabetes juga dapat mengalami perubahan pada kulit berupa skin tag, yakni potongan kecil kulit yang dapat terbentuk di lipatan kulit.

Selain itu, orang yang mengidap kadar gula darah tinggi dapat mengalami Acanthosis nigricans, yakni penebalan kulit yang terjadi pada leher bagian belakang, ketiak, wajah, atau area lainnya. Biasanya, area kulit yang menebal juga akan berubah warna menjadi kehitaman atau gelap. Kondisi ini juga menandakan tubuh mengalami resistensi insulin.

11. Rentan terkena infeksi jamur

Kadar gula darah tinggi juga dapat membuat seseorang lebih rentan terinfeksi jamur pada area kemaluan. Biasanya, jenis jamur yang paling sering menginfeksi adalah Candida albicans.

Pada wanita, gejalanya bisa berupa vagina gatal, kemerahan, nyeri saat berhubungan seks atau buang air kecil, serta keputihan yang kental dan tidak normal. Meski infeksi jamur dapat terjadi pada orang yang tidak mengidap diabetes, tingginya kadar glukosa dalam darah dapat meningkatkan risiko tersebut. (detikhealth)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Empat Rumah Warga di Pintu Bosi Tapanuli Utara Hangus Terbakar
  • Pertamina Patra Niaga Sumbagut Gelar Pelatihan Go Global Academy Bareng Universitas Riau Demi Dorong UMKM Tembus Pasar Internasional
  • Umat Buddha di Medan Tembung Rayakan Sejit Dewa Zhang Tien She dengan Khidmat
  • Antusiasme Libur Sekolah Tinggi, KAI Sumut Kembali Operasikan KA Sribilah Fakultatif Rute Medan-Rantauprapat
  • Sektor Jasa Keuangan Sumatera Utara Tetap Stabil dan Tumbuh Positif, Intermediasi Perbankan Berjalan Baik
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com