Jumat, Juli 3, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Internasional

WHO: Mpox Darurat Kesehatan Global!

Oleh Redaksi 15
Jumat, 16 Agustus 2024
Foto: Wabah cacar monyet alias mpox di Kongo juga berdampak pada anak-anak.

Wabah cacar monyet alias mpox di Kongo juga berdampak pada anak-anak.

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

seputar – Jakarta | Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan wabah mpox di beberapa wilayah Afrika sebagai darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional.

Penyakit yang sangat menular ini yang sebelumnya dikenal sebagai cacar monyet (monkeypox) telah menewaskan sedikitnya 450 orang di Republik Demokratik Kongo, tempat wabah bermula.

Dunia Internasional: WHO: Mpox Darurat Kesehatan Global!

Iklan Indako SeputarSumut

Kini, penyakit ini telah menyebar ke seluruh wilayah Afrika tengah dan timur, dan para ilmuwan khawatir mengenai seberapa cepat varian baru penyakit ini menyebar dan tingkat kematiannya yang tinggi.

Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan potensi penyebaran lebih lanjut di Afrika dan sekitarnya “sangat mengkhawatirkan”.

“Respons internasional yang terkoordinasi sangat penting untuk menghentikan wabah ini dan menyelamatkan nyawa,” katanya.

Berita Terkait

Pembicaraan Tidak Langsung di Doha Capai Kemajuan Positif, AS dan Iran Siap Lanjutkan Dialog Usai Pemakaman Khamenei

Jalur Trem Jerman Meleleh Akibat Cuaca Panas Ekstrem Menembus 41 Derajat Celsius

Ditetapkannya mpox sebagai darurat kesehatan masyarakat diharapkan dapat mempercepat penelitian, pendanaan, dan penerapan langkah-langkah kesehatan masyarakat internasional lainnya.

Dr Josie Golding, dari Wellcome Trust, mengatakan ini adalah “sinyal kuat”, sementara Dr Boghuma Titanji dari Universitas Emory mengatakan langkah tersebut “menggarisbawahi betapa parahnya krisis ini”.

Prof Trudie Lang, direktur Jaringan Kesehatan Global di Universitas Oxford, mengatakan hal ini “penting dan tepat waktu”, namun menambahkan bahwa munculnya jenis virus baru berarti ada “banyak hal yang belum diketahui yang perlu ditangani”.

Penyakit mpox disebabkan oleh virus cacar monyet. Virus ini berasal dari kelompok virus yang sama dengan virus cacar.

Virus ini semula ditularkan dari hewan ke manusia, namun kini juga menular antar manusia.

Penyakit ini paling umum terjadi di desa-desa terpencil di hutan hujan tropis seperti di Republik Demokratik Kongo.

Di wilayah-wilayah ini, terdapat ribuan kasus dan ratusan kematian akibat penyakit ini tiap tahunnya dengan anak-anak di bawah 15 tahun terdampak paling parah.

Ada dua tipe utama cacar monyet, yakni Clade 1 dan Clade 2.

Pasien cacar monyet pertama di Indonesia ditemukan di Jakarta
WHO tetapkan cacar monyet darurat kesehatan global, satu kasus terkonfirmasi ditemukan di Indonesia

Darurat kesehatan global terhadap cacar monyet yang ditetapkan pada 2022 silam disebabkan Clade 2 yang relatif lebih ringan.

Penyakit ini menyebar ke hampir 100 negara yang biasanya tidak terjangkit virus ini, termasuk beberapa negara di Eropa dan Asia, namun dapat dikendalikan dengan memberikan vaksin pada kelompok rentan.

Akan tetapi, wabah kali ini didominasi oleh Clade 1 yang jauh lebih mematikan. Pada wabah sebelumnya, varian ini telah membunuh hingga 10% orang yang terkena cacar monyet.

Diketahui terjadi perubahan pada virus cacar monyet sekitar September silam. Mutasi menghasilkan cabang yang disebut Clade 1b yang kemudian menyebar dengan cepat.

Varian baru ini telah dilabeli dengan “yang paling berbahaya” oleh seorang ilmuwan.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika mengatakan ada lebih dari 14.500 infeksi mpox dan lebih dari 450 kematian akibat mpox antara awal tahun 2024 hingga akhir Juli.

Angka tersebut merupakan peningkatan infeksi sebesar 160% dan peningkatan kematian sebesar 19% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2023.

Walaupun 96% kasus mpox terjadi di Kongo, penyakit ini telah menyebar ke banyak negara tetangga seperti Burundi, Kenya, Rwanda dan Uganda. Sebelumnya, penyakit ini biasanya tidak endemik di negara-negara tersebut.

Akan tetapi, akses terhadap vaksin dan pengobatan mpox di Kongo sangat buruk sehingga para pejabat kesehatan khawatir akan penyebaran penyakit ini.

Para ahli mengatakan varian baru dari virus ini mungkin menyebar dengan lebih mudah, menyebabkan penyakit yang lebih serius dan lebih banyak kematian pada anak-anak dan orang dewasa.

Apa saja gejala mpox?

Gejala awal berupa demam, sakit kepala, bengkak, nyeri punggung, dan nyeri otot.

Setelah demam mereda, ruam dapat timbul, sering kali dimulai pada wajah kemudian menyebar ke bagian tubuh lain, paling sering pada telapak tangan dan telapak kaki.

Ruam, yang bisa sangat gatal atau nyeri, lambat laun berubah dan melalui beberapa tahapan sebelum akhirnya membentuk keropeng yang kemudian rontok.

Lesi gangguan kulit seperti luka, ruam, atau benjolan yang menandakan ada kerusakan, infeksi, atau jaringan abnormal dapat menyebabkan jaringan parut.

Infeksi biasanya hilang dengan sendirinya dan berlangsung antara 14 dan 21 hari.

Kasus yang serius dapat menyebabkan lesi menyerang seluruh tubuh, terutama mulut, mata, dan alat kelamin.

Mpox menyebar dari orang ke orang melalui kontak dekat dengan seseorang yang terinfeksi termasuk melalui hubungan seks, kontak kulit ke kulit dan berbicara atau bernapas di dekat orang lain.

Virus ini dapat masuk ke dalam tubuh melalui luka di kulit, saluran pernafasan atau melalui mata, hidung atau mulut.

Penularannya juga bisa melalui sentuhan benda-benda yang telah terkontaminasi virus, seperti seprai, pakaian, dan handuk.

Kontak dekat dengan hewan yang terinfeksi, seperti monyet, tikus, dan tupai, adalah cara penularan lain.

Selama wabah global pada tahun 2022, virus ini sebagian besar menyebar melalui hubungan seksual. Demikian halnya wabah yang terjadi di Kongo saat ini didorong oleh kontak seksual.

Kasus terbanyak sering ditemukan pada orang yang aktif secara seksual dan laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki.

Orang yang memiliki banyak pasangan atau pasangan seksual baru adalah kelompok yang paling berisiko.

Namun siapa pun yang melakukan kontak dekat dengan seseorang yang memiliki gejala dapat tertular virus, termasuk petugas kesehatan dan anggota keluarga.

Sarannya adalah menghindari kontak dekat dengan siapa pun yang menderita mpox dan membersihkan tangan Anda dengan sabun dan air jika virus tersebut ada di komunitas Anda.

Mereka yang mengidap mpox harus mengisolasi diri dari orang lain sampai semua lesinya hilang.

Kondom harus digunakan sebagai tindakan pencegahan saat berhubungan seks selama 12 minggu setelah pemulihan, kata Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Wabah mpox dapat dikendalikan dengan mencegah infeksi cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan vaksin.

Vaksin memang tersedia, tetapi biasanya hanya orang yang berisiko atau yang pernah melakukan kontak dekat dengan orang yang terinfeksi yang bisa mendapatkannya.

WHO baru-baru ini meminta produsen obat untuk mengajukan vaksin mpox mereka untuk penggunaan darurat, meskipun vaksin tersebut belum disetujui secara resmi di negara-negara yang membutuhkannya.

Kini setelah Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika mengumumkan keadaan darurat kesehatan masyarakat di seluruh benua, diharapkan pemerintah negara-negara di dunia akan lebih mampu mengoordinasikan respons mereka dan berpotensi meningkatkan aliran pasokan dan bantuan medis ke daerah-daerah yang terkena dampak.

Kesaksian pria yang kulit kelaminnya melepuh gara-gara cacar monyet: – ‘Rasanya seperti terbakar’
– Ada ruam di kulit Anda? Cara mengetahui apakah bercak itu cacar monyet
– Virus cacar monyet bocor dari laboratorium? Teori konspirasi ‘tidak berdasar’ tersebar di medsos
(detikhealth)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • OJK Sumut dan Pemkab Tapanuli Utara Jalin Kerja Sama Skema SEJAGAT Perkuat Ekosistem Jagung Rakyat
  • Hasil Piala Dunia 2026 Amerika Serikat vs Bosnia Bermain 10 Orang AS Menang 2-0 Lolos 16 Besar
  • Pembicaraan Tidak Langsung di Doha Capai Kemajuan Positif, AS dan Iran Siap Lanjutkan Dialog Usai Pemakaman Khamenei
  • Harga Emas Antam Hari Ini Naik Jadi Rp 2.640.000 Per Gram, Segini Rincian Lengkapnya
  • BMKG Pastikan Potensi Gelombang Panas Ekstrem Eropa Sangat Kecil Terjadi di Indonesia
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com