Jakarta, SeputarSumut – Salah satu mineral penting yang dibutuhkan tubuh dan tidak dapat diproduksi secara mandiri adalah zat besi. Saat tubuh kekurangan zat besi, kondisi yang dikenal sebagai anemia bisa terjadi, di mana kemampuan darah untuk mengangkut oksigen ke seluruh tubuh menurun.
Zat besi memegang peranan krusial dalam pembuatan hemoglobin, suatu molekul dalam sel darah merah yang bertugas membawa oksigen, demikian dijelaskan oleh Cleveland Clinic. Menurunnya kadar zat besi otomatis mengurangi produksi hemoglobin, yang pada akhirnya mengganggu penyaluran oksigen ke berbagai jaringan tubuh.
Pernik Ragam: 7 Tanda Tubuh Kekurangan Zat Besi
Lantas, bagaimana kita bisa mengetahui jika tubuh mengalami defisiensi zat besi? Gejala-gejala kekurangan zat besi sebagian besar terlihat jelas, oleh karena itu, penting untuk mengenali tanda-tandanya secepat mungkin agar bisa segera mendapatkan penanganan yang tepat.
Berikut adalah tujuh gejala kekurangan zat besi yang harus Anda perhatikan:
1. Sering Merasa Letih dan Lesu
Rasa lelah yang tidak hilang meski sudah beristirahat cukup dapat mengindikasikan anemia defisiensi besi. Jika pasokan hemoglobin kurang, oksigen tidak akan tersalurkan secara maksimal ke jaringan dan otot tubuh. Akibatnya, jantung harus bekerja ekstra keras untuk memompa darah, yang membuat Anda mudah lesu dan cepat lelah.
2. Kulit Tampak Lebih Pucat
Perubahan warna kulit menjadi lebih pucat merupakan salah satu sinyal bahwa tubuh tidak memiliki cukup zat besi. Hemoglobin adalah zat yang memberikan warna merah pada darah. Apabila kadarnya rendah, kulit akan kehilangan rona kemerahan alami. Bagi individu dengan kulit gelap, tanda ini biasanya terlihat pada bagian dalam kelopak mata bawah yang terlihat memudar.
3. Sering Mengalami Sakit Kepala
Sakit kepala yang berulang bisa menjadi pertanda awal dari kekurangan zat besi. Kekurangan zat besi yang menyebabkan anemia dapat memengaruhi kadar estrogen dan fungsi dopamin, khususnya pada wanita yang mengalami menstruasi berat, menurut laporan dari Healthline. Otak akan kekurangan oksigen akibat kondisi ini, yang memicu munculnya sakit kepala yang intens dan sering berulang.
4. Rambut Rontok yang Berlebihan
Defisiensi zat besi juga sering dikaitkan dengan masalah kerontokan rambut. Prevention menyebutkan bahwa folikel rambut memerlukan oksigen untuk pertumbuhan yang sehat. Ketika jumlah oksigen berkurang, pertumbuhan rambut terhambat dan menjadi rentan rontok. Tubuh secara alami akan mengutamakan suplai oksigen ke organ vital seperti otak dan jantung, menyebabkan rambut dan kulit menerima asupan oksigen yang kurang.
5. Kuku Mudah Patah dan Rapuh
Kuku yang rentan patah atau bahkan berbentuk melengkung menyerupai sendok (spoon nails) juga bisa menjadi indikasi tubuh kekurangan zat besi. Zat besi berperan dalam menjaga kekuatan protein yang membentuk kuku dan rambut. Jika kadar zat besi rendah, kuku akan kehilangan kekuatannya dan lebih gampang rusak.
6. Tangan dan Kaki Terasa Dingin
Apakah Anda sering merasakan sensasi dingin di area kaki dan tangan? Ini bisa menjadi petunjuk bahwa tubuh Anda tidak mendapat cukup zat besi. Karena terbatasnya oksigen, tubuh akan memprioritaskan aliran darah ke organ-organ vital, yang mengakibatkan ujung-ujung anggota tubuh, seperti kaki dan tangan, terasa dingin.
7. Detak Jantung Terdengar di Telinga
Mendengar suara berdetak atau berdengung di telinga secara teratur? Ini mungkin merupakan gejala dari pulsatile tinnitus, yang merupakan salah satu tanda anemia defisiensi besi. Kurangnya pasokan oksigen memaksa jantung berdetak lebih cepat, sehingga meningkatkan aliran darah dan menimbulkan sensasi berdetak yang terdengar di telinga.
Mendeteksi tanda-tanda kekurangan zat besi sedini mungkin merupakan langkah penting untuk menghindari komplikasi yang lebih serius. Apabila Anda mengalami beberapa dari gejala di atas secara berkelanjutan, langkah terbaik adalah segera melakukan pemeriksaan darah dan berkonsultasi dengan profesional medis.(*/cnni)


