Jumat, Juli 3, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Ragam

Bangun Jembatan Desa Pakai Duit Pribadi, Pria Ini Malah Masuk Bui

Oleh Redaksi 15
Sabtu, 21 September 2024
Foto: Jembatan apung di Desa Zhenlin, Tiongkok yang tuai kontroversi (Foto: Oddity Central)

Jembatan apung di Desa Zhenlin, Tiongkok yang tuai kontroversi (Foto: Oddity Central)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

SEORANG pria asal Tiongkok dijebloskan ke penjara setelah berinisiatif membangun jembatan di Desa Zhenlin, Provinsi Jilin, yang terputus oleh Sungai Taoer.

Sebelum 2005, penduduk harus menempuh 70 kilometer untuk menuju jembatan terdekat yang sebenarnya menjadi tanggung jawab pemerintah.

Pernik Ragam: Bangun Jembatan Desa Pakai Duit Pribadi, Pria Ini Malah Masuk Bui

Iklan Indako SeputarSumut

Melansir Odditity Central, Huang Deyi, seorang penduduk desa, membangun jembatan apung di seberang sungai saat pemerintah daerah menutup mata.

Jembatan kecil untuk akses ke desa terpencil itu kemudian disambut baik oleh masyarakat yang bersedia turut berpartisipasi karena dinilai lebih murah dan efisien ketimbang harus berkendara 70 kilometer ke jembatan resmi terdekat.

Pada tahun 2014, Huang Deyi dan belasan warga desa lainnya memperbaiki jembatan dengan mengelas 13 perahu logam untuk menopang kendaraan berat.

Berita Terkait

Rekomendasi Makanan Berkhasiat Antikanker yang Terbukti Secara Ilmiah Menurut Penelitian

Ragam Manfaat Rebusan Daun Bawang untuk Kesehatan Tubuh dan Cara Mengolahnya

Namun, empat tahun kemudian, Otoritas Urusan Air Taonan memerintahkan pembongkaran jembatan dan menuduh Huang dan keluarganya mengambil keuntungan secara ilegal dari proyeknya itu.

Huang ditahan pada 2019 bersama keluarganya dan didakwa melakukan berbagai kejahatan, termasuk mengumpulkan total 44.000 yuan (USD6.200) dari kendaraan yang melintasi jembatan pada tahun 2014 dan 2018.

Investigasi lanjutan mengungkap bahwa Huang menagih lebih dari 52.000 yuan (USD7.300) sejak tahun 2005, dan ia dijatuhi hukuman 2 tahun penjara dan 2 tahun masa percobaan.

Huang Deyi lalu mengajukan banding atas hukuman pengadilan seraya mengakui bahwa jembatannya belum disetujui. Meski begitu ia berargumen bahwa tujuannya semata-mata unutk membantu masyarakat.

Ia juga mengklaim bahwa keuntungan dari pemungutan tol telah dibesar-besarkan oleh jaksa, karena biaya pembangunan dua jembatan di atas Sungai Taoer melebihi 130.000 yuan (USD18.300).

Permohonan banding pertama tersebut ditolak pada 2021, tapi ia mengajukan banding baru ke Pengadilan Menengah Rakyat Baicheng pada bulan Juni 2023, dan kasusnya belum lama ini kembali ramai diperbincangkan warga Tiongkok.

Kasus ini sedang ditinjau dan memicu perdebatan di media sosial Tiongkok, dengan sebagian klaim dia memungut biaya dari masyarakat karena menggunakan jembatan apung ilegal. Sementara yang lain berpendapat bahwa Huang Deyi melayani komunitas ketika pemerintah tidak bertindak.

Pengguna Weibo berkomentar; “Tidak akan ada ruang bagi keluarga Huang untuk mendapatkan keuntungan jika sudah ada jembatan di sana,”.

Sementara yang lain menyatakan bahwa penduduk setempat pun bersedia membayar tol jembatan tersebut karena lebih murah dan cepat dibanding ke jembatan resmi yang justru lebih mahal. Di sisi lain, sebagian orang mempertanyakan keamanan jembatan dan tanggung jawab jika suatu saat terjadi kecelakaan.

Menyusul kontroversi jembatan Huang Deyi, pihak berwenang berjanji akan membangun jembatan di atas Sungai Taoer dekat Desa Zhenlin, namun janji tersebut sampai berita ini dimuat masih sebatas ‘angin surga.’ (okezone)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • OJK Sumut dan Pemkab Tapanuli Utara Jalin Kerja Sama Skema SEJAGAT Perkuat Ekosistem Jagung Rakyat
  • Hasil Piala Dunia 2026 Amerika Serikat vs Bosnia Bermain 10 Orang AS Menang 2-0 Lolos 16 Besar
  • Pembicaraan Tidak Langsung di Doha Capai Kemajuan Positif, AS dan Iran Siap Lanjutkan Dialog Usai Pemakaman Khamenei
  • Harga Emas Antam Hari Ini Naik Jadi Rp 2.640.000 Per Gram, Segini Rincian Lengkapnya
  • BMKG Pastikan Potensi Gelombang Panas Ekstrem Eropa Sangat Kecil Terjadi di Indonesia
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com