Jakarta, SeputarSumut — Masyarakat luas kerap kali mengidentifikasi hidangan manis sebagai biang keladi dari pasokan gula berlebih yang wajib dikurangi kadarnya. Kendati demikian, publik jamak yang belum mengerti bahwasanya deretan kudapan manis justru menyimpan zat natrium atau sodium (garam) dengan takaran yang tergolong tinggi, sebuah fenomena medis yang lazim disebut sebagai ‘hidden sodium’ atau natrium tersembunyi.
Zat natrium sejatinya tidak melulu diperoleh dari penggunaan garam dapur (NaCl) yang dibubuhkan ke dalam masakan. Unsur mineral tersebut faktanya turut terkandung di dalam aneka ragam senyawa lainnya, mulai dari natrium benzoat, natrium nitrit, hingga zat monosodium glutamat (MSG).
Pernik Ragam: Daftar Makanan Manis yang Mengandung Hidden Sodium atau Natrium Tersembunyi
Senyawa-senyawa kimia tersebut di atas jamak diaplikasikan ke dalam produk makanan olahan yang mengemban fungsi sebagai formula pengawet, zat penambah cita rasa, maupun bahan penguat tekstur hidangan.
Lantaran tidak senantiasa memproduksi sensasi rasa yang asin di lidah, eksistensi zat natrium di dalam makanan kerap kali lolos dari cermatan para konsumen. Efek domino dari kondisi tersebut membuat seseorang rentan mengonsumsi natrium secara berlebih tanpa ada unsur kesengajaan.
Padahal, akumulasi asupan natrium dengan kadar terlampau tinggi yang berlangsung dalam periode jangka panjang berpotensi besar memicu lonjakan risiko gangguan tekanan darah tinggi, komplikasi penyakit jantung, sampai serangan stroke. Lembaga kesehatan berskala dunia pun telah menerbitkan rekomendasi agar konsumsi natrium dibatasi maksimal tidak lebih dari 2.000 mg per hari, sebuah takaran yang nilainya setara dengan kisaran satu sendok teh garam dapur.
Lantas, produk pangan bercita rasa manis apa sajakah yang faktanya menyimpan kandungan ‘hidden sodium’ di dalamnya? Melansir laporan dari Siloam Hospital, berikut merupakan rincian varian makanannya:
1. Roti
Sajian roti menjadi salah satu opsi karbohidrat yang lazim dikonsumsi masyarakat untuk menu bersantap di pagi hari ataupun dijadikan camilan. Kendati karakteristik rasanya sama sekali tidak asin, produk roti sering kali didapati menyimpan kadar natrium dalam kuantitas yang cukup tinggi.
Pemberian natrium tersebut sengaja ditujukan guna mendukung kelancaran proses fermentasi, membenahi kualitas tekstur, serta mengatrol kelezatan cita rasa. Di dalam varian roti putih, takaran natriumnya bahkan dilaporkan mampu menyentuh kisaran 530 mg untuk setiap porsi 100 gram.
Apabila hidangan tersebut dikonsumsi secara bersamaan dengan bahan isian seperti produk keju, olesan selai, maupun olahan daging, maka total muatan natrium yang terserap masuk ke dalam tubuh dipastikan bakal semakin masif.
2. Keju
Sebagian besar masyarakat memosisikan bahan keju sebagai elemen pelengkap untuk aneka panganan manis semacam roti, cake, ataupun hidangan dessert. Walau demikian, keju sejatinya masuk dalam kategori produk pangan yang mengantongi kadar natrium level tinggi.
Dalam rangkaian fase produksinya, komoditas keju menggunakan racikan garam serta zat tambahan kimia semacam natrium fosfat demi memicu pembentukan tekstur yang lembut sekaligus stabil. Pada takaran 100 gram keju, kadar natrium di dalamnya dilaporkan sanggup menyentuh level berkisar 1.410 mg.
Akumulasi angka tersebut dinilai sudah sangat mendekati ambang batas aman dari konsumsi natrium harian yang telah dianjurkan. Atas dasar itulah, intensitas konsumsi keju, terkhusus untuk jenis keju olahan, sangat disarankan untuk tidak dilakukan secara berlebihan.
3. Oatmeal instan
Panganan oatmeal sudah kadung populer sebagai opsi menu sarapan yang ramah bagi kesehatan tubuh. Namun demikian, tidak seluruh ragam oatmeal dibekali dengan komposisi nutrisi yang seragam. Varian oatmeal instan secara umum telah dibubuhi natrium tambahan yang berguna untuk mempertegas rasa sekaligus memperpanjang usia simpan produk.
Untuk takaran satu porsi sajian oatmeal instan, di dalamnya bisa memuat sekitar 200 mg natrium, sebuah angka yang berlipat ganda lebih tinggi ketimbang oat utuh yang secara alamiah hampir tidak membawa kandungan natrium sama sekali. Bila bermaksud meraup faedah oatmeal secara maksimal, ada baiknya menjatuhkan pilihan pada oat utuh dan menyertakan potongan buah segar selaku pelengkap hidangan.
4. Biskuit
Kudapan biskuit jamak difungsikan untuk mendampingi aktivitas meminum teh ataupun seduhan kopi. Sensasi rasanya yang dominan manis memicu banyak orang sama sekali tidak menduga bahwa camilan renyah ini ikut menyumbangkan zat natrium dalam kuantitas yang terbilang besar.
Himpunan data milik Komposisi Pangan Indonesia memaparkan fakta bahwa di dalam 100 gram biskuit terdapat kandungan natrium berkisar 241 mg. Nilai kuantitas tersebut sangat mungkin melonjak drastis yang bergantung pada varian serta jenis bahan pelengkap yang diaplikasikan.
Tindakan mengonsumsi biskuit dalam jumlah yang berlebihan, terlebih jika dikemas dalam wadah berukuran besar, berpotensi mendongkrak laju pasokan natrium harian ke dalam tubuh tanpa disadari.
5. Pancake
Menu pancake kerap kali dijadikan andalan sebagai hidangan sarapan lantaran bersifat mengenyangkan serta praktis untuk dipadupadankan bersama aneka topping manis. Namun, di balik kelezatan rasa manisnya, pancake terbukti menyimpan unsur natrium dalam porsi yang tidak bisa dipandang sebelah mata.
Pada satu porsi hidangan pancake yang disajikan lengkap bersama polesan mentega dan sirup, di dalamnya bisa terkandung lebih dari 1.100 mg natrium. Kondisi ini mengindikasikan bahwa hanya lewat satu kali momen makan saja, seorang individu sudah menyerap hampir separuh dari batas total konsumsi natrium harian yang direkomendasikan secara medis.
6. Puding instan
Kudapan puding selalu diidentikkan dengan sajian penutup mulut yang berkarakteristik lembut serta manis. Akan tetapi, produk puding yang dikemas secara instan sering kali kedapatan membawa zat natrium dalam takaran yang cukup tinggi.
Fenomena ini dilatarbelakangi oleh adanya pemakaian bahan tambahan industri seperti dinatrium fosfat dan tetranatrium pirofosfat, di mana keduanya mengemban peran penting dalam menjaga konsistensi tekstur serta memperpanjang daya awet produk di pasaran.
Untuk satu kali penyajian, puding instan dilaporkan dapat memuat kandungan natrium berkisar antara 280 sampai 320 mg. Guna menekan angka konsumsi natrium, aktivitas memproses dan membuat adonan puding sendiri secara mandiri di rumah dinilai menjadi alternatif tindakan yang jauh lebih sehat.
7. Cake dan kue manis
Hidangan cake hampir selalu eksis mewarnai beragam momentum perayaan dan jamak dipandang sebagai wujud camilan yang spesial. Walau mengusung cita rasa yang manis, muatan natrium yang melekat pada sajian cake faktanya tidak boleh diabaikan begitu saja.
Pada sepotong kue cake, di dalamnya ditaksir mengandung zat natrium dengan besaran sekitar 233 mg. Jika hidangan tersebut diberikan sentuhan tambahan berupa lapisan frosting cokelat ataupun krim, maka kadar muatannya berpotensi merangkak naik hingga menyentuh kisaran 308 mg natrium untuk setiap porsinya.
Semakin melimpah ragam bahan pelengkap buatan yang dicampurkan ke dalam adonan, maka dipastikan bakal semakin tinggi pula akumulasi kandungan natrium yang tersimpan di dalamnya.(*/cnni)


