Jumat, Juli 3, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Ragam

Indonesia Negara No 1 Berpenduduk Paling Malas Jalan Kaki

Oleh Redaksi 15
Selasa, 16 Juli 2024
Foto: Trotoar

Jalur pedestrian (troatoar) yang dibangun Pemko Medan kerap sepi dari pejalan kaki. Ilustrasi. (Ist)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

seputar-Medan | Masyarakat Indonesia kini semakin jarang berjalan kaki di tengah perkembangan teknologi transportasi. Penelitian Universitas Stanford menunjukkan orang Indonesia berjalan rata-rata 3.513 langkah per hari, jauh di bawah rata-rata global 5.000 langkah.

Hal ini menjadikan Indonesia negara dengan penduduk paling “mager” atau malas gerak di dunia, sementara Hong Kong menjadi yang paling aktif dengan 6.880 langkah per hari.

Pernik Ragam: Indonesia Negara No 1 Berpenduduk Paling Malas Jalan Kaki

Iklan Indako SeputarSumut

Data Kementerian Kesehatan RI memperkuat temuan ini, menempatkan Indonesia di peringkat pertama sebagai negara dengan penduduk paling malas jalan kaki.

Rendahnya aktivitas ini meningkatkan risiko obesitas. Indonesia berada di peringkat ke-17 untuk jumlah penduduk obesitas terbanyak di dunia.

Survei Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menunjukkan hanya 24 persen masyarakat Indonesia yang bugar, dan partisipasi olahraga hanya 34 persen. Ini menunjukkan gaya hidup aktif masih jauh dari kenyataan bagi kebanyakan orang Indonesia.

Berita Terkait

Rekomendasi Makanan Berkhasiat Antikanker yang Terbukti Secara Ilmiah Menurut Penelitian

Ragam Manfaat Rebusan Daun Bawang untuk Kesehatan Tubuh dan Cara Mengolahnya

Untuk mengatasi masalah ini, Dinas Perhubungan (Dishub) Sumatera Utara mendukung lokakarya “Empowering Sustainable Mobility” diprakarsai Program Lingkungan PBB atau United Nations Environment Programme (UNEP).

Lokakarya digelar di Jakarta, baru-baru ini. Acara tersebut terselenggara dengan baik berkat kerja sama dengan Walk21 Foundation, ITDP Indonesia, Kedutaan Besar Belanda, dan Konsorsium York UK.

Kadishub Sumut Agustinus Panjaitan dan Kadishub Kota Binjai Chairin menekankan pentingnya mendorong kebiasaan berjalan kaki dan bersepeda di masyarakat.

“Melalui lokakarya, kami mengajak masyarakat untuk tidak malas gerak. Berjalan kaki dan bersepeda bukan hanya baik untuk kesehatan, tetapi juga membantu mengurangi emisi karbon dan membuat kota kita lebih bersih dan ramah lingkungan,” ujar Agustinus Panjaitan kepada wartawan, Selasa (16/7/2024).

Lokakarya ini juga memperkenalkan proyek percontohan urbanisme taktis di terminal bus Kota Binjai, Sumatera Utara, yang bertujuan meningkatkan aksesibilitas dan keselamatan bagi pengguna transportasi umum.

Para peserta lokakarya mengeksplorasi tantangan berjalan kaki di sekitar Jakarta dan membahas berbagai isu seperti infrastruktur, keamanan, aksesibilitas, kebijakan, dan kesadaran publik.

Beberapa solusi yang diusulkan dalam lokakarya ini termasuk pengembangan infrastruktur khusus untuk pejalan kaki dan pesepeda, peningkatan langkah-langkah keamanan jalan, perencanaan transportasi terintegrasi, reformasi kebijakan mobilitas aktif, serta kampanye kesadaran publik.

“Dengan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan, kami berharap dapat menciptakan lingkungan yang mendukung masyarakat untuk lebih aktif bergerak. Ini adalah langkah awal menuju mobilitas aktif yang lebih baik di Indonesia,” Imbuh Agustinus.

Lokakarya ini diharapkan mampu menjadi titik awal bagi perubahan positif dalam kebiasaan mobilitas masyarakat, dengan melanjutkan proyek urbanisme taktis di Binjai dan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. (red)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • OJK Sumut dan Pemkab Tapanuli Utara Jalin Kerja Sama Skema SEJAGAT Perkuat Ekosistem Jagung Rakyat
  • Hasil Piala Dunia 2026 Amerika Serikat vs Bosnia Bermain 10 Orang AS Menang 2-0 Lolos 16 Besar
  • Pembicaraan Tidak Langsung di Doha Capai Kemajuan Positif, AS dan Iran Siap Lanjutkan Dialog Usai Pemakaman Khamenei
  • Harga Emas Antam Hari Ini Naik Jadi Rp 2.640.000 Per Gram, Segini Rincian Lengkapnya
  • BMKG Pastikan Potensi Gelombang Panas Ekstrem Eropa Sangat Kecil Terjadi di Indonesia
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com