Jakarta – Asam urat adalah limbah yang dihasilkan ketika tubuh memecah purin yang ada dalam makanan dan minuman. Sebagian besar asam urat dapat larut dalam aliran darah, kemudian melewati ginjal dan dikeluarkan melalui urine.
Jika seseorang mengonsumsi makanan yang kaya purin terlalu banyak dan asam urat tidak dibersihkan dengan baik dari tubuh, hal ini dapat mengakibatkan hiperurisemia.
Pernik Ragam: Ini Camilan Tengah Malam yang Aman dan Tepat untuk Penderita Asam Urat
Penumpukan asam urat dapat membuatnya mengkristal dan mengendap di sendi, yang menyebabkan nyeri pada sendi atau penyakit gout. Penyakit gout ini sering kali dihubungkan dengan asam urat di kalangan masyarakat Indonesia.
“Beberapa gejala yang timbul bila asam urat dalam tubuh tinggi itu nyeri yang disebabkan oleh pembengkakan sendi, terus sendi terasa hangat atau bahkan panas saat disentuh, area kulit sekitar sendi juga lebih mengkilap,” kata spesialis penyakit dalam Hikmat Pramukti, SpPD pada detikcom.
Camilan Malam yang Tepat
Apa yang kita makan atau minum memiliki dampak besar terhadap kadar asam urat dalam tubuh. Sebaiknya, konsumsi makanan seperti daging merah, organ dalam, makanan laut, serta minuman yang mengandung sirup jagung fruktosa harus dikurangi, agar tidak memicu rasa sakit pada sendi, terutama bagi mereka yang sudah memiliki masalah asam urat yang tinggi.
Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Rheumatology pada tahun 2021, berikut adalah beberapa pilihan camilan malam yang cocok dan aman bagi mereka yang mengalami masalah dengan asam urat:
1. Produk Susu Rendah Lemak
Produk susu rendah lemak seperti yogurt dan susu skim lemak bisa menjadi pilihan camilan malam sehat untuk pengidap asam urat. Konsumsi produk susu rendah lemak dikaitkan dengan penurunan kadar asam urat dan penurunan risiko serangan gout.
Kandungan protein susu seperti kasein dan laktalbumin membantu meningkatkan ekskresi asam urat melalui urine. Disarankan mengonsumsi susu rendah lemak 250 ml per hari untuk menurunkan risiko gout sampai kurang lebih 50 persen dan menurunkan kadar asam urat 10 persen. Untuk yogurt bisa dikonsumsi sampai 150-200 gram sehari.
2. Ceri
Konsumsi buah ceri dikaitkan dengan penurunan risiko serangan gout hingga 35 persen. Ini disebabkan oleh kandungan senyawa antiinflamasi dan antioksidan seperti anthocyanin yang membantu menurunkan kadar asam urat.
Kandungan tersebut juga bermanfaat untuk menghambat munculnya peradangan sendi. Jumlah ceri yang direkomendasikan untuk dikonsumsi sekali ngemil sejumlah 10-12 buah atau sekitar 70-90 gram.
3. Buah Tinggi Vitamin C
Dalam studi yang dilakukan, suplemen vitamin C terbukti secara signifikan meningkatkan ekskresi asam urat dan menurunkan kadar asam urat, meski efeknya sedang. Studi ini merekomendasikan asupan vitamin C dari buah segar seperti jambu biji, stroberi, kiwi, jeruk, dan pepaya.
Untuk jambu biji jumlah satu porsi yang disarankan untuk camilan malam sekitar 50-70 gram, sedangkan pepaya 100-150 gram. Untuk stroberi sekitar 100-150 gram, kiwi 80-150 gram, dan jeruk 100-150 gram.
4. Makanan Tinggi Karbohidrat Kompleks
Studi menyarankan pola makan sehat yang kaya serat, rendah lemak jenuh, rendah gula, dan tinggi karbohidrat kompleks. Ini penting dalam menjaga berat badan dan sensitivitas insulin, yang sangat berkaitan dengan hiperurisemia.
Salah satu makanan yang dikenal dengan kandungan karbohidrat kompleks adalah oatmeal. Karbohidrat kompleks lebih lambat dicerna sehingga menghasilkan energi yang lebih stabil dan bertahan lama.
Untuk satu porsi camilan malam, jumlah yang disarankan adalah 30-40 gram oatmeal kering.
5. Sayur Rendah Purin
Jika suka makan sayur, ada beberapa pilihan yang bisa dikonsumsi sebagai camilan malam. Beberapa di antaranya seperti kale, brokoli, kembang kol, dan bayam.
Selain rendah purin, sayur-sayur tersebut juga memiliki kandungan vitamin C yang baik untuk mencegah masalah asam urat. Jumlah per porsi yang disarankan adalah kale 40-50 gram, brokoli 75-85 gram, kembang kol 80 gram, dan bayam 30-50 gram.(detik)


