Medan – Tren kenaikan harga TBS sawit di tingkat petani Sumatra Utara (Sumut) pekan ini kembali berlanjut. Setelah pekan lalu tembus ke level Rp 3.300/kg dari sebelumnya Rp 3.250/kg, harganya kembali naik ke Rp 3.500/kg.
Harga tertinggi ini diterima oleh petani di Kabupaten Mandailing Natal. Sedangkan harga terendah-nya di Kabupaten Langkat sebesar Rp 2.335/kg.
Berita Ekonomi: Kenaikan Harga TBS Sawit di Sumut Berlanjut
Secara rinci, harga TBS di 15 daerah penghasil sawit di Sumut pekan ini, yakni:
1. Langkat Rp 2.335/kg
2. Deli Serdang Rp 2.850/kg
3. Serdang Bedagai Rp 3.100/kg
4. Simalungun Rp 2.920/kg
5. Batubara Rp 2.850/kg
6. Asahan Rp 2.930/kg
7. Labuhanbatu Utara Rp 2.700/kg
8. Labuhanbatu Rp 2.900/kg
9. Labuhanbatu Selatan Rp 2.900/kg
10. Padanglawas Utara Rp 2.825/kg
11. Padanglawas Rp 3.250/kg
12. Tapanuli Selatan Rp 2.952/kg
13. Tapanuli Tengah Rp 2.900/kg
14. Mandailing Natal Rp 3.500/kg
15. Pakpak Bharat Rp 2.800/kg
Sementara itu, untuk harga rata-rata TBS di daerah penghasil sawit di Sumut pekan ini berkisar Rp 2.800 hingga Rp 3.500/kg dari pekan lalu Rp 2.900 hingga Rp 3.300/kg.
Menurut Ketua DPW Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Sumut, Gus Dalhari Harahap, harga pekan ini secara keseluruhan masih berfluktuasi. “Karena meski ada daerah penghasil yang harga TBS-nya naik, ada juga yang turun,” katanya, Kamis (21/11/2024).
Gus mengatakan, meski harga tertinggi naik, namun daerah penghasil yang mendapatkan harga di level Rp 3.000-an/kg justru berkurang.
“Meski penurunannya memang tidak terlalu besar. Diharapkan harganya bisa stabil hingga akhir tahun dan harapan petani di level Rp 3.000 bisa tercapai di semua daerah penghasil,” katanya. (medanbisnis)


