Jumat, Juli 3, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Ragam

Manusia akan Punah di Masa Depan, Ini Prediksinya

Oleh Redaksi 15
Rabu, 13 November 2024
Foto: Ilustrasi.

Ilustrasi.

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Pakar memprediksi masa depan manusia makin mencemaskan seiring dengan munculnya hasil penelitian baru yang menunjukkan kemungkinan terjadinya kepunahan akibat perubahan iklim ekstrem.

Penelitian terbaru yang dipimpin oleh Dr. Alexander Farnsworth, peneliti senior di University of Bristol, mengungkap suhu ekstrem dapat memicu peristiwa kepunahan massal yang berpotensi mengakhiri dominasi manusia dan mamalia di Bumi.

Pernik Ragam: Manusia akan Punah di Masa Depan, Ini Prediksinya

Iklan Indako SeputarSumut

Fenomena ini diyakini akan terjadi saat terbentuknya superkontinen bernama Pangea Ultima, yang akan mengubah iklim Bumi secara drastis.

Para ilmuwan menggunakan model iklim komputer super untuk memprediksi bagaimana pembentukan superkontinen ini akan menciptakan lingkungan yang terlalu panas dan kering bagi kehidupan.

“Superkontinen yang baru muncul ini pada dasarnya akan menciptakan tiga dampak buruk, yang terdiri dari efek kontinentalitas, matahari yang lebih panas, dan lebih banyak CO2 di atmosfer, yang akan meningkatkan panas di sebagian besar planet ini,” jelas Farnsworth, melansir Earth, Selasa (5/11).

Berita Terkait

5 Jenis Konsumsi Harian yang Berpotensi Mempercepat Penuaan Dini pada Wajah

Rekomendasi Makanan Berkhasiat Antikanker yang Terbukti Secara Ilmiah Menurut Penelitian

Ada tiga faktor utama yang memicu kenaikan suhu ekstrem tersebut. Pertama, efek kontinentalitas akan terjadi ketika sebagian besar daratan berada jauh dari efek pendinginan lautan.

Kedua, seiring berjalannya waktu Matahari akan semakin terang dan memancarkan lebih banyak energi yang akan menghangatkan Bumi.

Ketiga, aktivitas vulkanik yang meningkat akibat pergerakan lempeng tektonik akan melepaskan lebih banyak karbon dioksida (CO2) ke atmosfer, yang akan memperangkap panas dan meningkatkan suhu global.

Hasil dari kombinasi ini adalah suhu global antara 40 hingga 50 derajat Celsius. Manusia dan mamalia lain kemungkinan besar tidak akan mampu bertahan dalam kondisi ini karena tubuh mereka tidak dapat menurunkan suhu dengan efektif di lingkungan yang panas dan lembab.

“Manusia bersama dengan banyak spesies lainnya akan mati karena ketidakmampuan mereka untuk mengeluarkan panas ini melalui keringat, yang mendinginkan tubuh mereka.” tambah Farnsworth.

Sekitar 252 juta tahun yang lalu, Bumi mengalami kepunahan massal terbesar dalam sejarahnya, yang dikenal sebagai peristiwa Permian-Trias. Saat itu, 90 persen spesies di Bumi, termasuk serangga, musnah akibat perubahan iklim yang ekstrem.

Para ilmuwan sebelumnya menghubungkan kepunahan ini dengan emisi gas rumah kaca yang dilepaskan dari jaringan vulkanik di Siberia.

Farnsworth, dalam tulisannya di The Conversation, mengungkap bahwa fenomena iklim mega El Nino juga berperan dalam memperburuk kondisi cuaca yang memicu kekacauan iklim global.

“Dalam studi baru kami, kami menunjukkan bahwa pola cuaca El Nino yang sangat besar di lautan utama dunia memperburuk kekacauan iklim dan menyebabkan kepunahan yang menyebar di seluruh dunia,” tulisnya.

Farnsworth dan tim meyakini El Nino akan semakin bervariasi dan intens seiring dengan perubahan iklim. Selama peristiwa Permian-Trias, El Nino yang lebih kuat dari biasanya meningkatkan suhu rata-rata Bumi hingga 4 derajat Celsius.

Hal ini jauh lebih besar dari pemanasan yang disebabkan oleh manusia dalam beberapa abad terakhir.

Efek ini menyebabkan suhu siang hari di daratan mencapai 60 derajat Celsius, terlalu panas untuk kehidupan di banyak tempat.

Meskipun kejadian seperti Permian-Trias tidak diperkirakan akan terulang dalam waktu dekat, namun kejadian tersebut memberikan gambaran potensi bencana yang bisa terjadi jika manusia gagal mengendalikan perubahan iklim.

“Saat ini, tidak ada seorang pun yang meramalkan kepunahan massal lain dalam skala yang terjadi 252 juta tahun lalu, tetapi peristiwa itu memberikan gambaran yang mengkhawatirkan tentang apa yang terjadi ketika El Niño tidak terkendali,” ujarnya.(CNN)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Pertamina Patra Niaga Sumbagut Gelar Pelatihan Go Global Academy Bareng Universitas Riau Demi Dorong UMKM Tembus Pasar Internasional
  • Umat Buddha di Medan Tembung Rayakan Sejit Dewa Zhang Tien She dengan Khidmat
  • Antusiasme Libur Sekolah Tinggi, KAI Sumut Kembali Operasikan KA Sribilah Fakultatif Rute Medan-Rantauprapat
  • Sektor Jasa Keuangan Sumatera Utara Tetap Stabil dan Tumbuh Positif, Intermediasi Perbankan Berjalan Baik
  • Realisasi APBN Sumatera Utara Mei 2026 Optimal Dorong Pemulihan Pasca Bencana dan Berdayakan UMKM
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com