Jakarta, SeputarSumut – Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan adanya hubungan antara jenis golongan darah tertentu dengan peningkatan risiko penyakit stroke dini. Golongan darah yang dimaksud adalah golongan A dengan karakteristik genetik khusus. Temuan ini didapatkan dari analisis skala luas pada genom yang bertepatan dengan gen penentu golongan darah.
Detail Temuan Risiko Stroke
Pernik Ragam: Penelitian Ungkap Golongan Darah A Tingkatkan Risiko Stroke Dini, Ini Penjelasannya
Analisis yang berfokus pada jenis gen golongan darah mendapati, orang yang memiliki variasi tertentu dari golongan darah A berisiko mengalami stroke sebelum usia 60 tahun sebesar 16 persen lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang memiliki golongan darah lainnya.
Sebaliknya, hasil penelitian menunjukkan bahwa mereka yang memiliki golongan darah O1 justru memiliki risiko stroke dini 12 persen lebih rendah.
Meskipun demikian, peneliti menegaskan bahwa tambahan risiko stroke pada orang dengan golongan darah A jenis ini bersifat relatif kecil. Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu melakukan kewaspadaan atau skrining ekstra sebagai langkah pencegahan, berdasarkan temuan ini.
Metode dan Cakupan Penelitian
Penelitian ini didasarkan pada analisis terhadap 48 studi genetik. Secara keseluruhan, studi tersebut mencakup 17 ribu pasien stroke dan hampir 600 ribu orang tanpa riwayat stroke. Semua pasien yang dianalisis berusia antara 18 hingga 59 tahun atau dalam kategori usia dini.
Para peneliti berhasil menemukan adanya hubungan yang jelas antara gen yang bertanggung jawab atas subgolongan darah A1 dan risiko stroke dini. Dua lokasi yang berkaitan dengan risiko stroke dini ditemukan dalam pencarian skala luas pada genom, salah satunya bertepatan dengan gen penentu golongan darah.
Penjelasan dan Studi Lanjutan dari Ahli
Steven Kittner dari University of Maryland, penulis senior sekaligus ahli saraf vaskular, mengakui bahwa mekanisme di balik temuan ini belum sepenuhnya terungkap. “Kami masih belum tahu mengapa golongan darah A meningkatkan risiko,” kata Kittner, dikutip dari Science Direct pada Selasa (30/9/2025).
Ia menambahkan, “Tetapi kemungkinan besar ini ada hubungannya dengan faktor pembekuan darah seperti trombosit, sel yang melapisi pembuluh darah, serta protein sirkulasi lain yang berperan dalam pembentukan bekuan darah.”
Kittner menegaskan bahwa penelitian lanjutan terkait temuan ini masih perlu dilakukan. Peserta penelitian saat ini berasal dari berbagai negara, yakni Amerika Utara, Eropa, Jepang, Pakistan, dan Australia, namun hanya 35 persen yang berasal dari populasi non-Eropa. “Kami jelas membutuhkan lebih banyak studi lanjutan untuk memahami mekanisme peningkatan risiko stroke ini,” tandasnya, seraya berharap penelitian dengan sampel yang lebih beragam bisa membantu memperjelas arti temuan ini.
Kunci Utama Pencegahan Stroke Dini
Terlepas dari temuan golongan darah, pengendalian pola hidup sehat tetap menjadi kunci utama dalam pencegahan stroke. Dikutip dari Harvard Health Publishing, berikut ini adalah beberapa langkah pencegahan stroke yang bisa dilakukan:
- Menjaga tekanan darah tetap normal.
- Menjaga berat badan ideal.
- Memperbanyak olahraga dan aktivitas fisik.
- Membatasi konsumsi alkohol.
- Menjaga kadar gula darah tetap stabil.
- Menghentikan kebiasaan merokok.
- Melakukan pemeriksaan kardiovaskular secara rutin.(*/dtk)


