Jumat, Juli 3, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Ragam

Penyelam RI Nemu Harta Karun Kapal Arab, Tapi Dijual ke Asing Rp492 M

Oleh Redaksi 15
Jumat, 6 September 2024
Foto: Ilustrasi (Saeed KHAN / AFP)

Foto: Ilustrasi (Saeed KHAN / AFP)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

seputar-Jakarta | Anggapan Indonesia surga harta karun tak bisa dibantah. Harta karun berupa emas, berlian, dan peralatan mewah lain berserakan di darat dan lautan wilayah Indonesia.

Salah satu legenda adalah harta karun di lautan Belitung yang berasal dari tragedi karamnya kapal asal Arab yang menuju Tionglpl. Kapal tersebut membawa 70.000 keramik asal Tiongkok.

Pernik Ragam: Penyelam RI Nemu Harta Karun Kapal Arab, Tapi Dijual ke Asing Rp492 M

Iklan Indako SeputarSumut

Meski tenggelam di lautan RI, keramik tersebut dijual oleh perusahaan asing senilai US$ 32 juta atau Rp492 M dan kini disimpan di Singapura.

Bagaimana kisahnya?

Ditemukan Penyelam RI
Alkisah pada 1998, seorang penyelam tradisional sedang berenang di perairan Belitung. Saat menyelam di kedalaman 17-18 meter di bawah permukaan laut, penyelam itu menemukan mangkuk, guci, dan kendi yang tak pernah diketahui dari mana.

Berita Terkait

Rekomendasi Makanan Berkhasiat Antikanker yang Terbukti Secara Ilmiah Menurut Penelitian

Ragam Manfaat Rebusan Daun Bawang untuk Kesehatan Tubuh dan Cara Mengolahnya

Alhasil, penyelam tersebut melaporkan temuannya kepada pihak terkait. Dari sini diketahui bahwa temuan tersebut bukan barang biasa, melainkan harta karun dari masa kuno. Tepatnya dari tahun 838 Masehi atau 1.163 tahun sebelumnya atau era Dinasti Tang yang berasal dari Provinsi Hunan, Tiongkok.

Sejak penemuan penyelam tersebut banyak orang mengira di dasar perairan Belitung terdapat harta karun tak terkira. Namun, belum ada yang mampu mencari sampai akhirnya dilakukan pada 1999.

Menurut paparan Michael Flecker dalam A Ninth-Century Arab or Indian Shipwreck in Indonesia (2001), penyelam tersebut menjual posisi koordinat temuan kepada perusahaan asal Jerman, Seabed Explorations GBR.

Sebagai catatan, perusahaan tersebut memegang lisensi survei dan penggalian yang dikeluarkan pemerintah Indonesia. Artinya, Seabed Explorations GBR sah mengangkut harta karun dari bumi Indonesia.

Maka, setelah ditemukan, terungkap lagi tabir harta karun lebih dalam. Ternyata, temuan penyelam sangat sedikit sebab perusahaan berhasil mengangkut 70.000 keramik asal Tiogkok. Ini belum menghitung perak, guci, hingga kepingan emas.

Jejak Kapal Arab
Secara kontekstual, penemuan harta karun juga menunjukkan posisi Indonesia sebagai jalur transportasi global ribuan tahun lalu. Michael Flecker menyebut harta tersebut berasal dari Kapal Arab yang melintasi perairan Nusantara pada abad ke-8 Masehi.

Kapal tersebut memiliki panjang 15,3 meter dan mampu menampung ribuan ton muatan. Saat direkonstruksi, konon kapal tersebut berangkat dari Afrika menuju Tiongkok atau sebaliknya. Hanya saja, tak diketahui pasti kenapa kapal tersebut berada di perairan Belitung yang sangat jauh dari jalur pelayaran Global.

Ketika di perairan Belitung, kapal bertabrakan dengan karang-karang hingga tenggelam berserta muatannya. Sejarah kemudian mencatat muatan kapal Arab tersebut menjadi penemuan arkeologi bawah air terbesar yang pernah ditemukan di Indonesia. Namanya, Belitung wreck.

Hanya saja, seluruh penemuan tersebut tak jadi milik Indonesia.

Laku Terjual Rp492 M
Pada 2005, seluruh temuan dari Kapal Arab yang tenggelam di laut Indonesia kemudian dijual ke lembaga pecinta keramik di Singapura. Seluruhnya laku terjual dengan harga luar biasa fantastis, yakni US$ 32 juta atau setara Rp492 M pada masa kini.

Seluruh keuntungan tersebut jatuh ke tangan Seabed Explorations GBR. Ketika ini terjadi pemerintah Indonesia protes. Sebab, jika mengacu pada perjanjian, maka keuntungan harta karun dibagi dua, antara pengusaha dan pemerintah.

Namun, dalam kasus harta karun Kapal Arab, pemerintah tidak dapat apa-apa. Belakangan, setelah negosiasi, pemerintah hanya dapat jatah keuntungan US$ 2,5 juta atau Rp33 miliar, tak sampai sepersepuluhnya. Sedangkan, Rp459 miliar jadi keuntungan perusahaan tersebut. (cnbcindonesia/ss)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • OJK Sumut dan Pemkab Tapanuli Utara Jalin Kerja Sama Skema SEJAGAT Perkuat Ekosistem Jagung Rakyat
  • Hasil Piala Dunia 2026 Amerika Serikat vs Bosnia Bermain 10 Orang AS Menang 2-0 Lolos 16 Besar
  • Pembicaraan Tidak Langsung di Doha Capai Kemajuan Positif, AS dan Iran Siap Lanjutkan Dialog Usai Pemakaman Khamenei
  • Harga Emas Antam Hari Ini Naik Jadi Rp 2.640.000 Per Gram, Segini Rincian Lengkapnya
  • BMKG Pastikan Potensi Gelombang Panas Ekstrem Eropa Sangat Kecil Terjadi di Indonesia
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com