Rabu, Juli 1, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Ragam

Rekomendasi Tanaman Herbal untuk Membantu Menurunkan Kolesterol Secara Alami

Oleh Redaksi 15
Rabu, 13 Mei 2026
Foto: Kandungan kurkumin dalam kunyit memiliki sifat antioksidan serta antiinflamasi yang sangat populer dalam pengobatan tradisional.(Foto:pngtree)

Kandungan kurkumin dalam kunyit memiliki sifat antioksidan serta antiinflamasi yang sangat populer dalam pengobatan tradisional.(Foto:pngtree)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Jakarta, SeputarSumut — Masalah kolesterol tinggi hingga kini masih menjadi salah satu tantangan kesehatan utama yang kerap dihadapi oleh masyarakat modern. Guna menjaga kestabilan kadar lemak darah, sebagian orang kini mulai memanfaatkan tanaman herbal sebagai pendamping di samping penggunaan obat-obatan medis dan penerapan pola hidup sehat.

Tingginya kadar kolesterol, terutama jenis low-density lipoprotein (LDL) atau yang sering dijuluki kolesterol jahat, diketahui dapat memicu peningkatan risiko penyakit berbahaya seperti stroke dan jantung. Oleh sebab itu, berbagai upaya dilakukan masyarakat untuk mengontrol kondisi tersebut, mulai dari perbaikan pola makan hingga aktivitas olahraga secara teratur.

Pernik Ragam: Rekomendasi Tanaman Herbal untuk Membantu Menurunkan Kolesterol Secara Alami

Iklan Indako SeputarSumut

Seiring dengan meningkatnya tren kembali ke alam, sejumlah tanaman herbal diyakini memiliki khasiat dalam membantu menekan angka kolesterol. Namun, para praktisi kesehatan mengingatkan bahwa mayoritas penelitian masih memerlukan bukti ilmiah yang lebih kuat guna memastikan efektivitas serta keamanan penggunaannya dalam jangka panjang.

Berdasarkan berbagai sumber kesehatan, berikut adalah beberapa jenis herbal yang dinilai berpotensi dalam membantu menurunkan kolesterol:

 1. Fenugreek

Berita Terkait

Ragam Manfaat Rebusan Daun Bawang untuk Kesehatan Tubuh dan Cara Mengolahnya

Panduan Batas Aman Konsumsi Kafein Bagi Ibu Menyusui dan Daftar Minuman yang Perlu Diwaspadai Menurut WebMD

Merujuk laporan Medical News Today, fenugreek atau yang dikenal dengan nama klabet merupakan rempah yang populer dalam kuliner Timur Tengah dan India. Bagian daun maupun bijinya disebut-sebut memiliki dampak positif bagi kesehatan metabolisme tubuh.

Melalui meta-analisis yang dilakukan pada tahun 2020, ditemukan bahwa pemberian suplemen fenugreek mampu membantu penurunan kadar kolesterol pada pasien diabetes. Kendati demikian, para peneliti menggarisbawahi perlunya studi lebih mendalam dengan kualitas yang lebih baik untuk memvalidasi temuan tersebut.

 2. Holy Basil atau Tulsi

Tanaman yang memiliki karakteristik rasa agak pahit dan pedas ini sering kali dikonsumsi mentah atau dijadikan bumbu masakan. Berdasarkan penelitian tahun 2018, pemberian holy basil dengan dosis tinggi, minimal 1 gram per hari, terbukti membantu menurunkan kadar kolesterol total serta LDL pada orang dewasa yang mengalami gangguan metabolik. Namun, temuan ini masih dianggap bersifat jangka pendek sehingga dampak penggunaan dalam waktu lama belum dapat dipastikan.

 3. Jahe

Rempah yang identik dengan sensasi hangat ini tidak hanya bermanfaat bagi suhu tubuh, tetapi juga berpotensi memperbaiki profil lemak darah. Sebuah tinjauan sistematis tahun 2018 menunjukkan bahwa konsumsi jahe dalam dosis rendah, yakni kurang dari 2 gram per hari, sanggup membantu menurunkan kolesterol LDL dan trigliserida. Para ahli menilai tetap dibutuhkan penelitian dalam skala yang lebih luas untuk menjamin efektivitasnya.

 4. Bawang Putih

Menukil laporan British Heart Foundation, kandungan allicin dalam bawang putih dipercaya mampu membantu menurunkan tekanan darah sekaligus kolesterol. Sebuah studi kecil di Iran pada tahun 2016 menyebutkan bahwa konsumsi harian 20 gram bawang putih mentah yang dicampur satu sendok makan air lemon selama delapan minggu menunjukkan penurunan kolesterol jahat yang lebih signifikan. Namun, hasil kontradiktif ditemukan oleh Stanford University pada 2007 yang menyatakan bahwa bawang putih, baik dalam bentuk mentah maupun suplemen, tidak memberikan pengaruh berarti terhadap kadar LDL setelah penggunaan selama enam bulan.

 5. Policosanol

Senyawa policosanol yang diekstraksi dari lilin tebu asal Kuba ini sempat disebut bermanfaat bagi penurunan kolesterol dalam penelitian awal di negara asalnya. Akan tetapi, berbagai studi di negara lain justru menunjukkan hasil yang tidak konsisten dan bahkan dianggap tidak memberikan efek signifikan terhadap kadar lemak darah.

 6. Kunyit

Kandungan kurkumin dalam kunyit memiliki sifat antioksidan serta antiinflamasi yang sangat populer dalam pengobatan tradisional. Penelitian di tahun 2017 mengungkapkan bahwa kunyit berpotensi memperbaiki kadar lemak darah guna mengurangi risiko penyakit kardiovaskular. Walau memiliki potensi besar, dosis aman serta efektivitasnya tetap memerlukan kajian lanjutan.

 7. Rosemary

Selain sebagai tanaman aromatik untuk masakan, rosemary juga menyimpan potensi bagi kesehatan jantung. Berdasarkan studi tahun 2014, konsumsi 2 hingga 10 gram bubuk rosemary per hari dapat membantu menurunkan total kolesterol. Namun, karena keterbatasan jumlah peserta dalam penelitian tersebut, hasil yang ada masih perlu dibuktikan lebih lanjut.

Perlu ditekankan kembali bahwa pemanfaatan berbagai tanaman herbal ini tidak dapat menggantikan peran pengobatan medis utama maupun perubahan gaya hidup. Langkah fundamental dalam mengendalikan kolesterol tetap bertumpu pada pola makan yang seimbang, olahraga rutin, menjaga berat badan, serta berhenti merokok.

Sangat disarankan bagi masyarakat untuk melakukan konsultasi dengan dokter sebelum mulai mengonsumsi suplemen atau herbal tertentu, khususnya bagi mereka yang sedang berada dalam pengaruh pengobatan medis lainnya.(*/cnni)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Waspada Hujan Ringan Hingga Sedang di Medan dan Sejumlah Wilayah Sumut Hari Ini
  • Jalur Trem Jerman Meleleh Akibat Cuaca Panas Ekstrem Menembus 41 Derajat Celsius
  • Harga Pangan di Sumut Turun Imbas Libur Sekolah dan Dapur MBG Libur Sementara
  • Proyeksi Perputaran Ekonomi Rakernas XVIII APEKSI 2026 di Kota Medan Capai Rp72,3 Miliar
  • OJK Setujui Penggabungan Lima BPR ke Dalam PT BPR Mangatur Ganda untuk Perkuat Permodalan dan UMKM
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com