Jumat, Juli 3, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Ragam

Studi: Pria Ternyata Lebih Cepat Meninggal daripada Wanita

Oleh Redaksi 15
Rabu, 7 Mei 2025
Foto: Ilustrasi.

Ilustrasi.

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Sebuah penelitian mengungkap pria ternyata rentan mengalami sejumlah penyakit dan cenderung lebih cepat meninggal daripada wanita. Temuan ini dipublikasikan oleh peneliti di jurnal Lancet Public Health.

Penelitian ini menggunakan data dari Global Burden of Disease Study 2021 untuk membandingkan jumlah total tahun kehidupan yang hilang akibat penyakit dan kematian dini, pengukuran yang dikenal sebagai tahun kehidupan yang disesuaikan dengan disabilitas, untuk 20 penyebab utama penyakit pada wanita dan pria berusia lebih dari 10 tahun di tingkat global dan di tujuh kawasan dunia, antara tahun 1990 dan 2021.

Pernik Ragam: Studi: Pria Ternyata Lebih Cepat Meninggal daripada Wanita

Iklan Indako SeputarSumut

Analisis tersebut memperkirakan bahwa di tahun 2021, untuk 13 dari 20 penyebab utama beban penyakit, termasuk COVID-19, cedera di jalan raya, dan berbagai penyakit kardiovaskular, pernapasan, dan hati, pria lebih rentan mengalaminya daripada wanita.

“Temuan kami menyoroti tantangan kesehatan yang signifikan dan unik yang dihadapi oleh pria,” kata salah satu peneliti utama Vedavati Patwardhan, di University of California-San Diego dalam keterangannya dikutip dari Institute for Health Metrics and Evaluation.

Lebih lanjut, hasil penelitian menunjukkan bahwa pria mengalami 45 persen lebih banyak penyakit dan kematian akibat COVID-19 daripada wanita, dengan perbedaan terbesar terlihat di Afrika sub-Sahara, Amerika Latin, dan Karibia.

Berita Terkait

Rekomendasi Makanan Berkhasiat Antikanker yang Terbukti Secara Ilmiah Menurut Penelitian

Ragam Manfaat Rebusan Daun Bawang untuk Kesehatan Tubuh dan Cara Mengolahnya

Penyakit jantung memiliki dampak terbesar berikutnya pada kesehatan pria dibandingkan dengan wanita, dengan pria mengalami 45 persen lebih banyak penyakit dan kematian akibat kondisi kardiovaskular dibandingkan dengan wanita.

“Di antara tantangan-tantangan ini adalah kondisi yang menyebabkan kematian dini, terutama dalam bentuk cedera di jalan raya, kanker, dan penyakit jantung,” lanjut Patwardhan.

Sementara itu meski wanita cenderung hidup lebih lama, mereka mengalami tingkat penyakit yang lebih tinggi selama masa hidup mereka. Kondisi otot dan tulang, masalah kesehatan mental, dan sakit kepala termasuk di antara penyakit tidak fatal yang mengganggu wanita.

“Penyebab utama hilangnya kesehatan pada wanita, khususnya gangguan muskuloskeletal dan kondisi kesehatan mental, belum mendapatkan perhatian yang layak,” kata salah satu peneliti di IHME, Gabriela Gil.

Nyeri punggung bawah merupakan penyebab terbesar penyakit di kalangan wanita, dengan tingkat penderitaan wanita sekitar sepertiga lebih tinggi daripada pria pada tahun 2021.

Tidak seperti pria, wanita cenderung mulai mengalami kondisi yang memengaruhi mereka di awal kehidupan dan kondisi tersebut semakin parah seiring bertambahnya usia.

Para peneliti menekankan bahwa perbedaan ini sebagian disebabkan oleh faktor biologis, tetapi juga oleh faktor sosial dan perilaku, seperti pria yang lebih mungkin terlibat dalam perilaku berisiko, mencari bantuan medis lebih jarang, dan menghadapi ekspektasi gender yang dapat merugikan kesehatan mereka. (detik)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • OJK Sumut dan Pemkab Tapanuli Utara Jalin Kerja Sama Skema SEJAGAT Perkuat Ekosistem Jagung Rakyat
  • Hasil Piala Dunia 2026 Amerika Serikat vs Bosnia Bermain 10 Orang AS Menang 2-0 Lolos 16 Besar
  • Pembicaraan Tidak Langsung di Doha Capai Kemajuan Positif, AS dan Iran Siap Lanjutkan Dialog Usai Pemakaman Khamenei
  • Harga Emas Antam Hari Ini Naik Jadi Rp 2.640.000 Per Gram, Segini Rincian Lengkapnya
  • BMKG Pastikan Potensi Gelombang Panas Ekstrem Eropa Sangat Kecil Terjadi di Indonesia
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com