Minggu, Juli 5, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Nasional

Sumbagut Diterjang Hujan Lebat Sepekan, Ini Peringatan BMKG

Oleh Redaksi 15
Kamis, 5 September 2024
Foto: Hujan

Ilustrasi hujan. net

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

seputar-Jakarta | Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan dini peningkatan potensi hujan sedang hingga lebat di sejumlah wilayah RI, yang dapat disertai angin kencang.

Khususnya peringatan ini untuk wilayah bagian tegah dan utara ekuator. Antara lain meliputi sebagian Sumatera bagian Utara hingga Tengah, Kalimatan, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, dan Papua.

Lintas Nasional: Sumbagut Diterjang Hujan Lebat Sepekan, Ini Peringatan BMKG

Iklan Indako SeputarSumut

Sementara itu, wilayah selatan Indonesia, termasuk pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, saat ini masih mengalami musim kemarau dengan dominasi cuaca cerah hingga berawan.

Hal tersebut tertuang dalam laporan ‘Prospek Cuaca Mingguan Periode 3-9 September 2024’ yang dirangkum CNBC Indonesia melalui laman resmi BMKG, Kamis (5/9/2024).

Lebih lanjut, BMKG menjelaskan dalam skala global, nilai IOD, SOI, dan Nino 3.4 tidak signifikan terhadap peningkatan curah hujan di wilayah Indonesia.

Berita Terkait

Kebakaran TPA Jatiwaringin Tangerang Belum Padam Selama 6 Hari, Ratusan Warga Mengungsi akibat Asap Pekat

Status Gunung Anak Krakatau Naik ke Level III Siaga, Kapal di Selat Sunda Diminta Waspada

Namun, pada periode 5-9 September 2024, MJO diprediksi aktif di wilayah Maritime Continent (fase 4) menuju (fase 5) di wilayah Indonesia. MJO atau Osilasi Madden-Julian merupakan elemen variabilitas intramusiman terbesar pada kondisi atmosfer tropis.

Analisis OLR dan aktivitas gelombak ekuator kelcin terprediksi aktif di wilayah Sumatera bagian utara, NTT, Kalimantan bagian utara, Sulawesi bagian utara, dan Papua bagian selatan.

Selanjutnya, gelombang atmosfer Rossby diprediksi aktif di wilayah Aceh, Sulawesi bagian selatan, Kalimantan bagian selatan, NTB, sebagian Maluku, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan, dalam sepekan ke depan.

Liabilitas Lokal Kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal terdapat di Aceh, Sumatera Utara, Sumatra Barat, Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Maluku, dan sebagian besar Papua.

Adapun kecepatan angin hingga lebih dari 25 knots terpantau di Teluk Thailand, Laut Flores, Laut Timor, Laut Banda, dan Laut Arafura, yang meningkatkan tinggi gelombang di wilayah sekitar perairan tersebut.

Imbauan BMKG

Dengan adanya potensi hujan di beberapa wilayah Indonesia terutama bagian utara, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang sewaktu-waktu bisa terjadi.

BMKG mengimbau agar masyarakat mengenali potensi bencana di lingkungannya dan memahami cara mengurangi risiko bencana. Misalnya, dengan tidak membuang sampah sembarangan, serta bergotong-royong menjaga kebersihan.

Khusus untuk daerah bertopografi curam, bergunung, bertebing, atau rawan longsor dan banjir, diimbau untuk tetap waspada dengan dampak yang ditimbulkan akibat cuaca ekstrem seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang, dan berkurangnya jarak pandang.

“Waspada dan antisipasi dini terhadap potensi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di beberapa wilayah, seperti hujan lebat dalam durasi singkat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang,” kata BMKG. (cnbcindonesia)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • KAI Divre I Sumut Layani 140.747 Pelanggan Kereta Api Selama Masa Libur Sekolah 2026
  • Kebakaran TPA Jatiwaringin Tangerang Belum Padam Selama 6 Hari, Ratusan Warga Mengungsi akibat Asap Pekat
  • Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji 2027 Diprediksi Naik Akibat Lonjakan Komponen Operasional
  • Hasil Piala Dunia 2026: Gol Penalti Kylian Mbappe Bawa Prancis Menang 1-0 atas Paraguay dan Lolos ke Perempatfinal
  • Iran Cabut Blokade Selat Hormuz dan Tetapkan Tenggat Waktu Negosiasi Damai dengan Amerika Serikat
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com