Jumat, Juli 3, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Ragam

Tahukah Anda Asal Usul Khong Guan? Begini Kisahnya

Oleh Redaksi 15
Sabtu, 5 April 2025
Foto: Kaleng Khong Guan.

Kaleng Khong Guan.

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Saat Lebaran, biskuit Khong Guan kreap kali menjadi salah satu camilan keluarga atau suguhan untuk para tamu yang datang. Tak jarang kaleng merah dengan gambar ibu dan dua anak ikoniknya tersaji di atas meja.

Mulai dari desain kalengnya yang khas hingga beragam varian biskuit di dalamnya, Khong Guan sudah cukup lama dikenal masyarakat Indonesia. Namun bagaimana asal mula biskuit legendaris ini bisa sangat terkenal?

Pernik Ragam: Tahukah Anda Asal Usul Khong Guan? Begini Kisahnya

Iklan Indako SeputarSumut

Melansir situs resmi Khong Guan Singapura, Sabtu (5/4/2025), biskuit legendaris ini bermula saat dua bersaudara, Chew Choo Keng dan Chew Choo Han, pergi berimigran dari desa kecil di Fujian China ke ke Singapura pada 1935.

Kala itu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, dua bersaudara ini bekerja di pabrik biskuit lokal di Singapura. Namun sekitar tahun 1940an, Jepang menginvasi negara itu sehingga mereka berdua harus mengungsi ke Perak, Malaysia.

Di sana, mereka tetap memproduksi dan menjual biskuit buatan tangan sampai akhirnya pasokan gula dan tepung menjadi langka. Akibatnya mereka sempat beralih profesi jadi penjual garam dan sabun.

Berita Terkait

5 Jenis Konsumsi Harian yang Berpotensi Mempercepat Penuaan Dini pada Wajah

Rekomendasi Makanan Berkhasiat Antikanker yang Terbukti Secara Ilmiah Menurut Penelitian

Setelah Perang Dunia II berakhir dan Jepang menarik sisa pasukannya pada 1945, kedua bersaudara ini kembali ke Singapura. Dengan dukungan keluarga, mereka kembali melanjutkan bisnis biskuit.

Namun sedikit berbeda dengan usaha biskuit yang mereka lakukan di Malaysia sebelumnya, di Negeri Singa ini mereka mulai lebih mengandalkan mesin daripada biskuit buatan tangan.

Hal itu bermula saat Chew Choo Han secara tidak sengaja menemukan beberapa mesin pembuat biskuit tua yang rusak akibat perang, dijual sebagai barang bekas dari pabrik lama tempat mereka dulu bekerja.

“Ia segera membelinya dan dengan tekad yang kuat dan pikiran yang cerdik dalam hal mekanik, ia membuat jalur produksi biskuit semi-otomatis menggunakan rantai sepeda untuk memindahkan biskuit pada sistem konveyor melalui oven bata darurat,” terang Khong Guan dalam situsnya.

Singkat cerita, kondisi ini membuat usaha mereka menjadi maju dengan cepat dan dalam kesempatan inilah Chew bersaudara kemudian berhasil membangun Khong Guan Biscuit (KGB) Factory alias pabrik pertama mereka di Jalan 18 Howard, Singapura pada 1947.

Perusahaan biskuit ini kemudian masuk ke Indonesia dan kemungkinan pasar Asia pada tahun 1970-an. Khong Guan Indonesia memulai produksinya dengan mendirikan pabrik pertamanya yaitu PT Khong Guan Biscuit Factory Indonesia yang terletak di jalan Bogor di Ciracas, Jakarta Timur.

Hingga saat ini, Khong Guan memiliki pabrik besar di berbagai negara, seperti Tiongkok, Korea, Taiwan, Filipina, Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, dan Vietnam.

Ekspansi semakin meluas ketika pada 1982, mereka mendirikan Khong Guan Corporation (KGC) di Amerika Serikat. Berawal dari sebuah kantor kecil di Berkeley, California, perusahaan ini akhirnya mampu menguasai 90% pangsa pasar biskuit kaleng di Amerika. (detik)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • Pertamina Patra Niaga Sumbagut Gelar Pelatihan Go Global Academy Bareng Universitas Riau Demi Dorong UMKM Tembus Pasar Internasional
  • Umat Buddha di Medan Tembung Rayakan Sejit Dewa Zhang Tien She dengan Khidmat
  • Antusiasme Libur Sekolah Tinggi, KAI Sumut Kembali Operasikan KA Sribilah Fakultatif Rute Medan-Rantauprapat
  • Sektor Jasa Keuangan Sumatera Utara Tetap Stabil dan Tumbuh Positif, Intermediasi Perbankan Berjalan Baik
  • Realisasi APBN Sumatera Utara Mei 2026 Optimal Dorong Pemulihan Pasca Bencana dan Berdayakan UMKM
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com