Jumat, Juli 3, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Ragam

Tak Bisa Mendarat dengan Baik, Harapan Jepang Mendarat di Bulan Gagal

Oleh Redaksi 15
Jumat, 6 Juni 2025
Foto: foto ilustrasi.(net)

foto ilustrasi.(net)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Harapan Jepang untuk melakukan pendaratan pertama di bulan pada hari Jumat (6/6) gagal karena misi tersebut tidak bisa mendarat dengan baik.

Perusahaan ispace yang berpusat di Tokyo ingin mencatat sejarah sebagai perusahaan swasta ketiga dan yang pertama di luar Amerika Serikat yang berhasil melakukan pendaratan terkendali di permukaan bulan.

Pernik Ragam: Tak Bisa Mendarat dengan Baik, Harapan Jepang Mendarat di Bulan Gagal

Iklan Indako SeputarSumut

Namun, menurut informasi dari perusahaan, data menunjukkan bahwa wahana pendarat tersebut tampaknya hanya mampu melakukan pendaratan yang tidak berhasil.

“Komunikasi dengan wahana pendarat itu tidak dapat dilanjutkan, jadi kami memutuskan untuk menghentikan misi ini,” ungkap ispace dalam sebuah pernyataan yang disampaikan melalui AFP. Kegagalan ini terjadi dua tahun setelah misi sebelumnya mengalami kecelakaan.

Wahana antariksa Resilience tanpa awak milik perusahaan tersebut pada Jumat memulai pendaratan terakhirnya yang menakutkan.

Berita Terkait

Rekomendasi Makanan Berkhasiat Antikanker yang Terbukti Secara Ilmiah Menurut Penelitian

Ragam Manfaat Rebusan Daun Bawang untuk Kesehatan Tubuh dan Cara Mengolahnya

Wahana berhasil menyalakan mesin utamanya seperti yang direncanakan untuk memulai perlambatan. Ruang kendali misi mengonfirmasi bahwa posisi wahana pendarat itu “hampir vertikal”, tetapi kemudian hilang kontak.

Suasana pada siaran langsung dari ruang itu pun berubah suram.Masalah teknis menyebabkan wahana pendarat tidak dapat mencapai kecepatan yang dibutuhkan mendarat secara lambat,” kata ispace.

Sampai saat ini, hanya lima negara yang telah berhasil mendarat di bulan dengan mudah: Uni Soviet, Amerika Serikat, Tiongkok, India, dan yang terbaru Jepang.Sekarang, perusahaan swasta ikut serta dalam perlombaan, sehingga membuka peluang akses yang lebih murah dan lebih sering ke luar angkasa.

Di dalam wahana pendarat Resilience terdapat beberapa muatan besar.Barang-barang itu termasuk Tenacious, penjelajah mikro buatan Luksemburg; elektroliser air untuk memecah molekul menjadi hidrogen dan oksigen; eksperimen produksi pangan; dan wahana radiasi luar angkasa.

Penjelajah itu juga membawa “Moonhouse” alias model rumah kecil yang dirancang oleh seniman Swedia Mikael Genberg.

“Saya menanggapi serius fakta bahwa upaya kedua gagal mendarat,” kata CEO Takeshi Hakamada kepada wartawan.

“Namun, yang terpenting adalah menggunakan hasil ini untuk misi-misi mendatang,” katanya. 

Tahun lalu, Intuitive Machines yang berkantor pusat di Houston menjadi perusahaan swasta pertama yang mencapai Bulan.

Meskipun wahana pendarat tanpa awaknya mendarat pada sudut yang aneh, wahana itu tetap berhasil menyelesaikan pengujian dan mengirimkan foto.

Kemudian pada bulan Maret tahun ini, Blue Ghost milik Firefly Aerospace yang diluncurkan dengan roket SpaceX yang sama dengan Resilience milik ispace berhasil mendarat di bulan.

Misi tersebut juga bertujuan untuk mengumpulkan dua sampel tanah bulan dan menjualnya ke NASA seharga $5.000.

Pendaratan di Bulan sangat menantang karena pesawat antariksa harus bergantung pada pembakaran pendorong yang dikontrol secara tepat untuk memperlambat penurunan mereka.(sg/cnni)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • OJK Sumut dan Pemkab Tapanuli Utara Jalin Kerja Sama Skema SEJAGAT Perkuat Ekosistem Jagung Rakyat
  • Hasil Piala Dunia 2026 Amerika Serikat vs Bosnia Bermain 10 Orang AS Menang 2-0 Lolos 16 Besar
  • Pembicaraan Tidak Langsung di Doha Capai Kemajuan Positif, AS dan Iran Siap Lanjutkan Dialog Usai Pemakaman Khamenei
  • Harga Emas Antam Hari Ini Naik Jadi Rp 2.640.000 Per Gram, Segini Rincian Lengkapnya
  • BMKG Pastikan Potensi Gelombang Panas Ekstrem Eropa Sangat Kecil Terjadi di Indonesia
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com