Jumat, Juli 3, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Ragam

Terungkap! Ini Rahasia 95 Ribu Orang di Jepang Berusia 100 Tahun

Oleh Redaksi 15
Jumat, 27 September 2024
Foto: Lansia di Jepang.

Lansia di Jepang.

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

seputar – Jakarta | Sebanyak 95 ribu orang di Jepang hidup hingga usia 100 tahun. Jumlah tersebut menjadi rekor tertinggi. 90 persen di antara para centenarian itu adalah wanita. Apa yang membuat mereka bisa berhidup panjang?

Dilansir detikHealth dari Daily Sabah, hingga 1 September, Jepang tercatat memiliki 95.119 orang yang usianya 100 tahun ke atas. Naik 2.980 dari tahun lalu. 83.958 orang diantaranya adalah wanita dan 11.161 pria. Demikian data dari Kementerian Kesehatan Jepang.

Pernik Ragam: Terungkap! Ini Rahasia 95 Ribu Orang di Jepang Berusia 100 Tahun

Iklan Indako SeputarSumut

Tingginya jumlah centenarian di Jepang menunjukkan bahwa warga Jepang memiliki angka harapan hidup yang tinggi. Namun hal itu tidak diiringi dengan angka kelahiran anak sehingga Jepang memiliki kelebihan populasi orang-orang tua.

Jumlah orang yang berusia 65 tahun ke atas di Jepang juga mencetak rekor tertinggi yakni sebanyak 36,25 juta. Mereka mencakup 29,3 persen dari seluruh populasi di Jepang.

Bahkan, warga Jepang, Tomiko Itooka menjadi orang tertua yang masih hidup di dunia. Ia kini berusia 116 tahun. Ia lahir pada 23 Mei 1908. Sebelumnya rekor itu dipegang Branyas Morera, yang barus saja meninggal bulan lalu di Spanyol dengan usia 117 tahun.

Berita Terkait

Rekomendasi Makanan Berkhasiat Antikanker yang Terbukti Secara Ilmiah Menurut Penelitian

Ragam Manfaat Rebusan Daun Bawang untuk Kesehatan Tubuh dan Cara Mengolahnya

Seorang pria tertua di Jepang, Kiyotaka Mizuno (110) mengaku tidak tahu apa yang telah menjadi kebiasaannya hingga ia bisa hidup lebih panjang.

“Saya sama sekali tidak tahu apa rahasia umur panjang saya,” ujar Mizuno.

Mizuno sehari-hari tinggal di Prefektur Shizuoka bersama keluarganya. Ia selalu bangun tiap jam 6.30 pagi, makan tiga kali sehari tanpa memilih-milih makanan. Seperti orang-orang pada umumnya.

Peneliti centenarian dari LongeviQuest Yumi Yamamoto tahun lalu melakukan survei kepada 269 orang dengan usia lebih dari 100 tahun di Jepang. Ternyata terungkap bahwa orang berusia 100 tahun di Jepang cenderung tidak banyak makan daging dan menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarga. Kebiasaan lain yang mereka lakukan adalah berhenti makan sebelum kenyang.

“Ada pepatah di Jepang yang mengatakan Anda sebaiknya hanya makan sampai 80 persen kenyang. Jadi Anda harus menyisakan ruang di perut setelah makan,” ujar Yamamoto dikutip detikHealth dari Business Insider.

Dengan pola makan seperti itu, mereka memperhatikan dan membatasi kalori yang masuk dalam tubuh. Cara ini dapat membantu menurunkan risiko peradangan dan bermanfaat untuk umur lebih panjang. Meski begitu, penelitian terhadap hal ini masih perlu dilanjutkan.

Di Okinawa, misalnya, asupan kalori rata-rata harian seseorang hanya 1.900 per hari. Lebih rendah dari yang direkomendasikan terhadap umum, yakni 2 ribu kalori per hari.

Selain makanan, para orang tua di Jepang juga rutin bergerak. Mereka tetap membuat tubuh mereka berolahraga meski sudah tak muda lagi.

Mereka mungkin tidak pergi ke pusat kebugaran namun kehidupan sehari-hari mereka dijadikan sebagai olahraga, seperti berjalan, menaiki tangga, olahraga kelompok dan lainnya. (detik)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • OJK Sumut dan Pemkab Tapanuli Utara Jalin Kerja Sama Skema SEJAGAT Perkuat Ekosistem Jagung Rakyat
  • Hasil Piala Dunia 2026 Amerika Serikat vs Bosnia Bermain 10 Orang AS Menang 2-0 Lolos 16 Besar
  • Pembicaraan Tidak Langsung di Doha Capai Kemajuan Positif, AS dan Iran Siap Lanjutkan Dialog Usai Pemakaman Khamenei
  • Harga Emas Antam Hari Ini Naik Jadi Rp 2.640.000 Per Gram, Segini Rincian Lengkapnya
  • BMKG Pastikan Potensi Gelombang Panas Ekstrem Eropa Sangat Kecil Terjadi di Indonesia
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com