Jumat, Juli 3, 2026
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
Iklan Honda PT Indako Trading Coy Desktop
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial
No Result
View All Result
SeputarSumut: Berita Terkini Medan, Sumatera Utara dan RI
CURRENCY LIVE
USD/IDR
Memuat...
SGD/IDR
Memuat...
MYR/IDR
Memuat...
SAR/IDR
Memuat...
EUR/IDR
Memuat...
GBP/IDR
Memuat...
JPY/IDR
Memuat...
AED/IDR
Memuat...
AUD/IDR
Memuat...
BND/IDR
Memuat...
CAD/IDR
Memuat...
CHF/IDR
Memuat...
CNH/IDR
Memuat...
CNY/IDR
Memuat...
DKK/IDR
Memuat...
HKD/IDR
Memuat...
KRW/IDR
Memuat...
KWD/IDR
Memuat...
LAK/IDR
Memuat...
NOK/IDR
Memuat...
NZD/IDR
Memuat...
PGK/IDR
Memuat...
PHP/IDR
Memuat...
SEK/IDR
Memuat...
THB/IDR
Memuat...
VND/IDR
Memuat...
Iklan PT Indako Trading Coy
Beranda Internasional

Warga di Negara ASEAN Ini Ramai-Ramai Jual Ginjal, Ini Penyebabnya 

Oleh Redaksi 15
Sabtu, 31 Agustus 2024
Foto: Ilustrasi. Kemiskinan melanda Myanmar sejak pemerintahan negara itu dikendalikan junta militer usai kudeta pada tiga tahun lalu. (AFP/STR)

Ilustrasi. Kemiskinan melanda Myanmar sejak pemerintahan negara itu dikendalikan junta militer usai kudeta pada tiga tahun lalu. (AFP/STR)

Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

seputar-Jakarta | Kemiskinan melanda Myanmar sejak pemerintahan negara itu dikendalikan junta militer usai kudeta pada tiga tahun lalu. Masyarakat di negara itu putus asa menghadapi kemiskinan, bahkan ada pula yang menempuh hal ekstrem seperti menjual organ tubuh secara ilegal dan sukarela.

Menurut laporan eksklusif CNN yang dirilis pada Jumat (30/8), warga miskin Myanmar yang putus asa ramai-ramai menawarkan ginjal mereka di Facebook. Maung Maung (nama samaran) jadi salah satu orang yang melakukan itu.

Dunia Internasional: Warga di Negara ASEAN Ini Ramai-Ramai Jual Ginjal, Ini Penyebabnya 

Iklan Indako SeputarSumut

“Pada saat itu, saya merasa hidup ini sangat keras. Tidak ada cara lain bagi saya untuk bertahan hidup selain merampok atau membunuh orang demi uang,” ujar Maung Maung, seperti diberitakan CNN pada Jumat (30/8).

“Istri saya juga sama, dia tidak ingin hidup di dunia ini lagi. Tapi hanya demi putri kami, kami bertahan,” lanjutnya.

Maung Maung awalnya kesulitan lantaran tidak mendapat pekerjaan usai dibebaskan oleh junta militer. Kondisi itu semakin berat karena keluarga Maung Maung terlilit utang selama dirinya masuk penjara.

Berita Terkait

Pembicaraan Tidak Langsung di Doha Capai Kemajuan Positif, AS dan Iran Siap Lanjutkan Dialog Usai Pemakaman Khamenei

Jalur Trem Jerman Meleleh Akibat Cuaca Panas Ekstrem Menembus 41 Derajat Celsius

Merasa putus asa, ia akhirnya membuka Facebook dan menawarkan ginjalnya di media sosial tersebut. Pada Juli 2023, Maung Maung akhirnya terbang ke India untuk operasi transplantasi.

Ginjalnya itu dibeli oleh pengusaha kaya keturunan Tiongkok-Myanmar hingga 10 juta kyat Myanmar atau Rp73,9 juta (1MMK=Rp7,35). Jumlah itu dua kali lipat di atas pendapatan tahunan rata-rata di Myanmar.

Namun, Maung Maung bukan satu-satunya orang miskin Myanmar yang melakukan hal semacam itu. Ia mengaku melihat banyak orang Myanmar yang melakukan hal serupa setelah transplantasi ginjal.

Bahkan, di rumah sakitnya itu, ia mendapati orang-orang Myanmar yang berada di pemulihan dengan jahitan yang sama seperti Maung Maung di perut mereka.

“Ketika pergi ke toilet, saya melihat orang-orang Myanmar dan ketika pergi ke suatu tempat di dekatnya, ada orang-orang Myanmar lagi,” ujar Maung Maung.

Laporan investigasi CNN menemukan bahwa cara itu jamak dilakukan masyarakat miskin di Myanmar. Menjual organ tubuh dipilih sebagai jalan pintas yang diambil agar tidak terjebak dalam lingkaran kemiskinan.

Mereka menawarkan organ tubuh kepada orang-orang kaya di Facebook. Transaksi itu kemudian dibantu agen untuk melakukan perjalanan ke India untuk transplantasi secara ilegal karena melanggar hukum di kedua negara.

Bahkan, menurut laporan itu, terdapat tiga grup Facebook berbahasa Myanmar yang membahas jual beli organ. Transaksi itu pun melibatkan akun-akun yang diduga kuat sebagai penjual, pembeli, dan agen.

Sementara itu, Meta selaku perusahaan yang menaungi Facebook mengatakan satu grup terkait transaksi itu sudah dihapus. Namun, perusahaan itu tidak memberikan penjelasan tambahan terkait tren di Myanmar tersebut. (cnnindonesia)

Konten berbayar dibawah ini adalah iklan platform MGID, SeputarSumut.com tidak terkait dengan pembuatan konten ini

BeritaTerbaru

  • M. Kiandra Ramadhipa Optimis Hadapi Putaran Moto3 Junior World Championship 2026 di Sirkuit Jerez
  • Sinopsis dan Jadwal Tayang Film Thriller Sejarah The Death of Robin Hood Konten Unik A24
  • 5 Jenis Konsumsi Harian yang Berpotensi Mempercepat Penuaan Dini pada Wajah
  • Sinkronisasi Regulasi Menjadi Kunci Penting untuk Memperkuat Pelindungan Cagar Budaya di Indonesia
  • OJK Sumut dan Pemkab Tapanuli Utara Jalin Kerja Sama Skema SEJAGAT Perkuat Ekosistem Jagung Rakyat
Seputar Sumut

Portal berita terkini Medan & Sumatra Utara. Info ekonomi, politik, daerah, nasional, internasional, hingga hiburan terpercaya di SeputarSumut.com.

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Syarat & Ketentuan
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Medan
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Olahraga
  • Politik
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Hiburan
  • Advertorial

@ 2020 SeputarSumut.com