Medan, SeputarSumut — Lonjakan harga minyak goreng subsidi, Minyakita di Kota Medan memicu keresahan masyarakat. Produk yang seharusnya terjangkau bagi warga ekonomi menengah ke bawah tersebut kini dibanderol di kisaran Rp20.000 hingga Rp22.000 per liter, jauh melampaui harga sebelumnya yang berada di angka Rp15.700.
Kondisi ini diperparah dengan naiknya sejumlah harga pangan utama lainnya di pasar-pasar tradisional Medan per Mei 2026.
Menyikapi fenomena ini, Anggota Komisi III DPRD Kota Medan Sri Rezeki mendesak Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk segera turun ke lapangan.
Sorot Politik: Harga Minyakita Tembus Rp22 Ribu, DPRD Desak Pemko Medan Segera Sidak Pasar
Ia memperingatkan bahwa disparitas harga yang terlalu mencolok berpotensi dimanfaatkan oleh oknum spekulan. “Saran saya, Pemko Medan segera melakukan peninjauan ke pasar-pasar. Jika selisih harganya sudah terlalu jauh, ini sangat berisiko disusupi spekulan,” ujar Sri Rezeki kepada wartawan, Selasa (12/5/2026).
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini juga mengingatkan pemerintah agar lebih proaktif dan tidak menunggu sebuah isu menjadi viral di media sosial sebelum bertindak.
Menurutnya, penyebab kenaikan harga komoditas pokok harus segera diinvestigasi untuk memberikan solusi bagi warga yang kian terhimpit beban ekonomi.
“Jangan tunggu viral dulu baru bergerak. Cari tahu penyebabnya dan apa solusinya. Kondisi ekonomi masyarakat saat ini sedang terjepit, jangan ditambah susah lagi,” tegasnya.
Menurutnya, pemerintah tidak boleh membiarkan masyarakat terus kesulitan mendapatkan subsidi minyak goreng dengan harga terjangkau. “Emak-emak yang belanja banyak mengeluh. Minyak goreng ini kebutuhan penting, hampir setiap rumah pasti pakai minyak. Jadi persoalan ini sangat mendesak,” katanya.
Sri Rezeki mengingatkan, kenaikan harga minyak goreng bisa berdampak pada naiknya harga bahan makanan lain. “Semua saling berkaitan. Kalau harga minyak naik, tentu bahan makanan yang menggunakan minyak juga ikut naik,” ujarnya.
Oleh karena itu, ia mendesak Pemko Medan segera mengambil langkah konkret agar persoalan Minyakita segera teratasi. “Pemko Medan harus cepat bergerak. Jangan hanya bilang sudah turun, tapi entah turun ke mana, karena hasilnya tidak ada dan masyarakat tidak merasakan perubahan,” tutupnya.
Sebagai langkah konkret, Sri Rezeki menyarankan Pemko Medan segera menggelar operasi pasar atau Pasar Murah. Langkah ini dinilai mendesak untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan laju inflasi daerah.
Berdasarkan data terkini, minyak curah juga mengalami kenaikan berkisar Rp21 ribu per kilogram. Selain itu beberapa komoditas yang lain juga mengalami kenaikan seperti, Cabai Rawit sempat menyentuh angka Rp80.000 hingga Rp90.000 per kg, Bawang Merah dan Putih di kisaran Rp40.000 Rp50.000 per kg.(BEN)


