Jakarta, SeputarSumut — Kualitas beras bantuan pangan menjadi sorotan utama bagi Anggota Komisi IV DPR RI Jamaluddin Idham yang menegaskan bahwa pemerintah wajib memberikan perhatian penuh pada aspek tersebut. Menurutnya, masyarakat memiliki hak sepenuhnya untuk memperoleh bahan pangan yang memiliki standar mutu tinggi dan layak untuk dikonsumsi. Penegasan ini disampaikan saat dirinya melakukan inspeksi mendadak ke Gudang Perum Bulog Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, pada Kamis (7/5/2026).
Kegiatan inspeksi tersebut dilaksanakan dengan tujuan utama untuk melakukan verifikasi langsung terhadap kondisi stok serta kualitas cadangan pangan milik pemerintah yang akan didistribusikan kepada warga. Melalui keterangan yang dikutip oleh Parlementaria di Jakarta pada Jumat (8/5/2026), legislator tersebut menitipkan pesan penting kepada pihak pengelola gudang.
Sorot Politik: Jamaluddin Idham Minta Bulog Aceh Barat Tingkatkan Kualitas Beras Bantuan Pangan Saat Sidak
“Tolong kualitas beras ditingkatkan, karena beras ini akan dikonsumsi masyarakat dan harus memiliki standar kualitas yang baik,” ujar Jamaluddin.
Saat berada di lokasi, Jamaluddin meninjau secara mendetail kondisi cadangan beras milik pemerintah dan melakukan pemeriksaan pada sejumlah sampel beras bantuan yang diperuntukkan bagi warga kurang mampu. Namun, dalam proses pengecekan tersebut, ia menemukan fakta bahwa beberapa sampel beras yang tersedia dianggap belum mencapai standar kualitas premium.
Temuan mengenai ketidaksesuaian standar tersebut menjadi poin evaluasi serius dalam kunjungan kerja tersebut. Politisi dari Fraksi PDI Perjuangan ini pun mendesak manajemen Bulog agar segera mengambil langkah perbaikan serta evaluasi menyeluruh terhadap mutu beras bantuan pangan yang dikelola.
Lebih lanjut, wakil rakyat dari Daerah Pemilihan Aceh I ini memberikan peringatan keras bahwa dirinya akan menjadwalkan inspeksi susulan jika tidak ditemukan adanya kemajuan dalam peningkatan kualitas beras tersebut.
“Hari ini kita datang mengingatkan. Jika tidak ada upaya perbaikan dengan kualitas yang lebih baik, maka akan ada inspeksi selanjutnya,” tegas Jamaluddin.
Ia berpendapat bahwa mutu bantuan pangan adalah hal yang tidak boleh dikesampingkan karena bersentuhan langsung dengan kebutuhan pokok masyarakat luas. Jamaluddin juga menjelaskan bahwa rendahnya kualitas beras bantuan berpotensi merusak tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pelayanan yang diberikan oleh pemerintah.(dpr.go.id)


